Almudassir Media Centre

Alpandawa Media Center

Latest Post





Padang, AMC.co
Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Bulan yang ditunggu-tunggu pecinta surga. Pernahkan kita berpikir mengapa demikian saudaraku? Hal tersebut karena pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Bulan dimana dijanjikan olehNya rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun minan nar (pembebasan dari api neraka). Puasa akan membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ merasa selalu diawasi Allah sehingga mencegah kemungkaran. Perut yang kenyang dapat memandulkan perasaan sehingga menjadikan hati keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada Allah dan sesama manusia tetapi dengan puasa kita dapat merasakan kelaparan sesama sehingga menimbulkan empati bagi sesama dan solidaritas sesama muslim. Betapa indahnya bulan ini yang merupakan wahana memupuk solidaritas antar umat manusia. Dan pada akhir bulan keutamaannya disempurnakan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut.

Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan lain selain bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya bahwa “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:185). Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw. pernah bersabda mengenainya, Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani). Jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani dan memperbanyak pada sisi ruhiah. Dalam keadaan seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, karena ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Karena itu, bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.

Keistimewaan lainnya dibulan Ramadhan adalah bahwa Allah SWT membuka peluang lebar-lebar bagi kita untuk membersihkan dosa dan kesalahan yang selama ini dilakukan asal kita melaksanakan puasa Ramadhan dengan landasan iman dan ikhlas serta tidak melakukan dosa-dosa besar. Kesalahan adalah manusiawi. Muslim yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, karena itu tidak mungkin. Sudah menjadi tabiat manusia melakukan kesalahan dan kekhilafan. Di samping dorongan hawa nafsu dan tarikan lingkungan juga karena memang setan telah berjanji akan terus menggoda manusia. Akan tetapi, kata Nabi, sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bersegera bertobat. Betapa indahnya bulan ini, dimana Allah membuka pintu ampunan lebar-lebar atas segala dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan apbila kita mau bertobat. Tentang hal ini, Nabi menyatakan ”Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan landasan iman dan ikhlas akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Ahmad)”. ”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan menghapus dosa di antaranya selama dosa-dosa besar dijauhi. (HR Muslim)”.

Betapa mulianya bulan ini, dimana di dalamnya Allah yang Maha Pemurah menjadi lebih pemurah lagi. Dilipatkangandakan-Nya perhitungan pahala orang yang berbuat kebajikan. Siapa saja yang melakukan ibadah sunnah dihitung melakukan kewajiban dan yang melakukan kewajiban dilipatkangandakan pahalanya. Sesungguhnya engkau akan dinaungi bulan yang senantiasa besar lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ramadhan adalah bulan sabar dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan pemberian pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang Mukmin. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Apa yang akan kita peroleh dari bulan yang mulia ini tergantung pada diri kita masing-masing. Semuanya tentu berpulang pada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta tidak melakukan yang membatalkan puasa, tentu hanya itu pula yang bakal didapat.  Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadangnya saja. Apakah itu pilihan kita saudaraku? Tentu tidak. Puasa harus dimaknai lebih dari sekedar itu, puasa adalah amal ibadah dimana didalamnya penuh dengan kebaikaan, kebajikan dan berkah dimana kita harus senantiasa menjaga ibadah puasa kita dari perkara-perkara yang sia-sia. Mau melewatkan waktu selama Ramadhan dengan sia-sia atau meraih keutamaan-keutamaannya adalah tergantung kemauan dan pilihan kita.




Padang, AMC.co - Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, maka dari itu hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Alquran di bulan ini. Mengenai keutamaan membaca Alquran Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa membaca kitab Allah ada dua macam:
Pertama, membaca hukmiyyah, yakni membenarkan berita-berita yang ada dan melaksanakan hukumnya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Kedua, membaca lafzhiyyah, yakni membaca lafaznya. Telah datang nash-nash yang cukup banyak menerangkan tentang keutamaannya, baik membaca secara umum isi Alquran, surat tertentu maupun ayat tertentu (lih. Majaalis Syahri Ramadhan, tentang Fadhlu tilaawatil Qur’aan).

Keutamaan Membaca Alqu'ran

Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Alquran:
1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.
2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.
3. Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.
4.  Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)
Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)
5.  Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
6. Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ » .
Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)
7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
8. Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”
9. Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
10. Alquran merupakan tali Allah
Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh,  peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”
11. Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)
12. Dengan Alquran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)
Yakni bagi orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.
13. Orang yang membaca Alquran secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)
Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
14. Para penghapal Alquran dimuliakan oleh Islam
Di antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:
  • Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Alquran). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)
  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghapal Alquran.
  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghapal Alquran duduk di majlis musyawarahnya.
  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Imam Tirmidzi meriwayatkan dan dia menghasankannya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Alquran, maka mereka pun membacakan Alquran. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah ketuanya.”
Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ
Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan Alquran bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”
15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah. (***)


Padang, AMC.co - Tim Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Bidang Litbang Bimas, Kerukunan dan Aliran Keagamaan, Kementerian Agama RI, Asnawati bersama Suhana melakukan Survey Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2019 di  Aula Kemenag Kota Padang, Rabu, (8/5-19).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang H. Marjanis diwakili Kasi Bimas Islam Mhd. Sarkoni mengapresiasi kegiatan ini merupakan upaya mempererat tali silaturahim dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di wilayah Sumatra Barat.

Masyarakat Sumatra Barat yang religius, di mana norma keagamaan sudah tertanam dalam kehidupan. Asnawati, mengatakan survei ini, hendak menjaring pendapat publik secara nasional tentang kondisi kerukunan umat beragama di Sumatera Barat, sehingga pemerintah dapat mengevaluasi program-program kerukunan, dan masyarakat menjadi tahu kondisi riil khususnya di Kota Padang.

Dengan melibatkan 10 orang Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) sebagai pembantu lapangan. Tujuan survey KUB tahun 2019 ini untuk memetakan kondisi kerukunan umat beragama di Provinsi Summatera Barat, dipilih sebagai tolok ukur (pengontrol kondisi) kerukunan dengan mengambil sampel Kota Padang. Dimulai tanggal 8 s/d 14 Mei 2019.

Angket hanya boleh dipegang dan diisi pembantu lapangan (PAIF) pewawancara. Angket diisi melalui proses wawancara, tidak diberikan atau diisi oleh responden. “Sesuatu keluarga target survei, lakukan penentuan responden dalam suatu keluarga, setelah diketahui responden terpilih, lalu diwawancarai dan memberikan jawaban, ” tambah Suhana dalam kegiatan Coaching Survey Indeks Kerukunan Umat Beragama. (Rapi/09)

 

Padang, AMC.co - Kakankemenag Kota Padang Drs, H. Marjanis, M.Pd hadiri wisuda tahfidz SD, SMP, SMA Pembangunan laboratium UNP. Acara diadakan di Auditorium UNP Padang, Selasa (30/04-19).

H. Kardinal Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Sumbar dalam sambutannya memaparkan, tahfidz qur`an ini merupakan salah satu program Kemenag Sumbar, menciptakan 12 ribu tahpidz pertahun. Membaca alqur`an banyak faidahnya Mendengar saja sudah banyak manfaanya. Lanjutkan terus hapalannya, alqur`an adalah petunjuk bagi umat manusia, semoga menjadi anak yang shaleh dan shaleha. Alqur`an adalah kitab suci umat islam, yang mampu membentengi, mampu mempererat ukuwah islamiah.

Orang yang hapal alquran adalah orang yang cerdas. Mari beri motivasi kepada anak kita yang hapal alqur`an tersebut. Orang yg hapal alquran akan dilayani oleh alqur`an itu. Dalam bulan ramadhan yang sebentar lagi, mari kita tamatkan membaca alquran selama ramadhan. Orang yang tidak pernah membaca alquran, sama dengan mayit dalam kubur. Yang sudah hapal alqur`an, jangan sampai disitu saja, harus ada implementasinya ditengah-tengah masyarakat, papar Kardinal.

Rektor UNP diwakili pembantu rektor 3  Prof, Dr, Ardipal, M.Pd menuturkan, UNP sangat merespon sekali terhadap anak yg hapidz alqur`an ini. Anak yngg hapidz akan diberi fasilitas untuk masuk UNP, djamin lulus. Secara administrasi harus ikuti prosedur pendaftaran. Tetapi sudah diperoritaskan untuk kelulusan kuliah di UNP, jelasnya.



Kakankemenag Kota Padang Drs, H. Marjanis, M.Pd disela acara beri pangdangan, hafidz qur`an ini harus dipertahankan kedepan. Setiap sekolah yang ada di Kota Padang, dari TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi harus di programkan hafidz qur`an ini. Karena makin banyak lahir hafidz hafidzah qur`an di Kota Padang, maka akan dapat terhindar dari segala musibah yang ada. Karena Kota Padang sudah di sinari dengan para hafidz dan hafidzah. Hafidz qur`an merupakan penghuni surga, untuk itu mari kita bersama-sama menyemarkkan hafidz qur`an di Kota Padang. Sesuai program Kanwil Kemenag Sumbar menciptakan hafidz qur`an 12 ribu pertahun di Sumatera Barat. Sedangkan di Kota Padang kita canangkan 3000 hafidz di madrasah, harapan H. Marjanis.


Wakil direktur I sekolah Pembangunan Laboratium UNP Drs, Andria Catri Tamsin, M.Pd sangat bersukur kepada anak yang sudah menyelesaikan hapalannya. Semoga mereka lebih giat lagi menambah hapalannya. Untuk seterusnya akan lahir kader-kader yang alqur`ani, pungkasnya.


Ketua pelaksana SMP, SMA Pembangunan laboratium UNP, Nasri, S.Ag ucap terimakasih kepada seluruh yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan acara ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan yang kurang terlayani, ujarnya. (09)


Padang, AMC.co - MTsN 2 Padang wisuda tahfidz qur`an 1-2 Juz sebanyak 47 siswa. Dihadiri oleh Kakankemenag Kota Padang Drs, H. Marjanis, M.Pd. Kepala Madrasah, wali murid, guru serta ASN MTsN 2 Padang, dilaksanakan di Aula Amal Bakhti II kanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Selasa (30/04-2019). 

Kakankemenag Kota Padang H. Marjanis dalam sambutannya berikan apresiasi kepada warga MTsN 2 Kota Padang yang telah mendukung dan menyukseskan program Kakankemenag Kota Padang tahfizd Qur`an. Selanjutnya Marjanis berpesan kepada peserta Wisuda agar selalu giat menghafal Al-Qur`an sebab menghafal Al-Qur`an dapat memberikan syafa`at kepada orang tuannya di akhirat nanti. Orang tua akan dipasangkan mahkota oleh anak yang hafal Al-Qur`an. Di dunia siswa yang hafal Al-Qur`an akan bertambah kecerdasannya dan akan diterima di sekolah yang lebih baik.Orang yang hafiz merupakan ahli surga. Penghapal Alquran inilah yang akan menghindari musibah dari Allah SWT. Kejahatan yg ada harus dilawan oleh para hapidz ini. Ciptakan hapidz hapidz di Kota Padang.

 

Kepala MTsN 2 Kota Padang Suardi Darma Putra, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kakankemenag Kota Padang dan para tamu yang telah menghadiri acara wisuda ini. Peserta Wisuda yang telah hafal satu sampai dua Juz agar selalu meningkatkan hafalan untuk masa yang akan datang. Peran guru tahfiz dan orang tua peserta akan lebih ditingkatkan, imbuh Suardi.

Wisuda Tahfidz berlangsung hingga waktu zhuhur, orang tua siswa dan peserta yang ikut wisuda wajahnya bahagia dan penuh senyum dengan keberkahan al-Qur`an. Setelah wisuda acara dilanjutkan dengan makan bersama. Dalam kegiatan tersebut untuk terbaik 1-4 diberikan hadiah berupa tabanas.
Ketua Panitia Firdaus berharap agar acara wisuda Tahfidz ke depan ditingkatkan lagi pelaksanaannya baik dari segi jumlah peserta maupun dari segi hafalannya. Mudah-mudahan para hafidz di MTsN 2 Padang ini akan terus bertambah. Dengan semangat serta kerjasama semua pihak akan terwujud hapidz hapidzah yang akan menggemakan Kota Padang, papar Firdaus. (fir/ 09)






Padang, AMC.co - Kakankemenag Kota Padang Drs, H. Marjanis, M.Pd hantarkan tugas kepala MTsN 6 Kota Padang yang baru Ramli, S.Ag. Hantaran tugas sekaligus serah terima Dipa dari Kepala lama Rifdawati, M.Pd. Hantaran tugas ini diikuti oleh Kasubag TU Tan Gusli, S.Fil.i, M.AP, MA, Kasi Dikmad Drs, H. Erman Syofa, M.Si, beserta rombongan, KAUR, guru, ASN MTsN 6 dan MTsN 7 Padang. Acara di adakan di MTsN 6 Padang, Selasa (30/04-19)

Dalam arahannya H. Marjanis berpesan, ciptakan ukuwah islamiah, kekeluargaan antar sesama keluarga Kemenag dan yang lain. Pandai-pandailah menempatkatkan sesuatu pada tempatnya. Ibarat "mengambil rambuik dalam tapuang, mambunuh ula dalam banih" (mengambil rambut dalam tepung, membunuuh ular dalam). maksudnya, rambut dapat diambil tetapi tepung tidak berserak, ular mati, benih tidak rusak. Harus bisa kita menjaga ini semua. 


Dahulukan kepentingan lembaga daripada kepentingan pribadi. Cerdaslah dalam mengambil kebijakan. "saciok bak ayam, Sadanciang babansi" seayun selangkah dalam melaksanakan tugas. jangan saling jelek menjelekkan satu sama lain. mencari kesalahan teman demi kepentingan pribadi. Cukuplah satu kali kehilangan tongkat, jangan sampai terulang lagi. Kebersamaan, keteladanan ini yang harus dijaga. Sekecil apapun kebaikan kita akan dibalas oleh Allah SWT. Apabila kita menganiaya seseorang maka nanti kita akan teraniaya pula, tegas H. Marjanis.

Kepada Kepala MTsN 6 yang baru ciptakan hubungan yang baik antara kepala dan komite.  Bina hubungan kerjasama dalam memajukan MTsN 6 ini kedepan. Raihlah prestasi demi prestasi yang gemilang. Jadikan MTsN 6 ini barometer di Sumatera Barat. Dan terimakasih kepada Kepala yang lama, telah melaksanakan tugas dengan baik. Prestasi yang telah diperoleh, semoga semua itu menjadi amal ibadah, dibalas oleh Allah SWT hendaknya, aamiin ya rabbal `alamin, pesan H. Marjanis.
 

Kepala MTsN 6 Padang yang lama Rifdawati, M.Pd ucap terimakasih atas kerjasama dengan guru dan ASN MTsN 6,  yang telah bekerjasama selama ini. Mudah-mudahan kebersamaan yang sudah terjalin jadi ibadah. Dan dapat terjaga untuk seterusnya. Semoga dengan kepala yang baru dapat membawa MTsN 6 lebih baik kedepan. Maaf kalau ada kesalahan selama mengabdi di MTsN 6 Padang ini, paparnya.

Kepala yang baru Ramli, S.Ag ucap terimaksih kepada Kakankemenag, Kasubag, Kasi yang telah memberi pembinaan selama ini. Amanah ini akan saya jaga dengan sebaik-baiknya. Ini suatu tantangan yang berat kedepan untuk memimpin MTsN 6 Padang ini. Namun demikian seberat apapun beban yg akan kita dipikul, apabila kita jalani dengan kebersamaan insyaAllah bisa kita pikul. Apabila kita pikul pakai senggulung kain, maka akan dapat meringankan beban tersebut. Mari kita sama-sama untuk memajukan MTsN 6 ini kedepan. Apabila bersama akan bisa kita wujudkan semua. Selama saya memimpin di MTsN 6 ini apabila saya benar ikuti saya, apabila saya salah tegur saya, pungkas Ramli. (09)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget