Almudassir Media Centre
Januari 2015

PADANG — Sejumlah titik sepanjang jalan By Pass Padang, siap menebar ancaman maut kepada setiap pengendara yang melewati jalur tersebut. Kondisi ini disebabkan, banyaknya ditemui jalan berlubang di beberapa kawasan jalur ini. Harus segera diperbaiki, dan tak mungkin pula harus menunggu jalur dua rampung terlebih dahulu.

Ukuran lubang yang ada, tidak bisa dianggap main-main. Sebab, ditemukan beberapa lubang-lubang yang berukuran besar dan dalam. Seperti yang terlihat di depan Balaikota di Aiapacah serta di dekat Simpang Empat Ketaping-Unand, Kuranji.
Di Simpang Empat Ketaping-Unand ini, misalnya, kondisi lubangnya sudah sangat parah sekali dan telah banyak memakan korban. Lubang besar yang berada dekat pool Bus Anugrah ini berada di tengah jalan dan hampir memakan semua badan jalan. Kendaraan hanya bisa melewati bagian sisi lubang yang masih tersisa.
Untuk menghindari adanya kendaraan yang terperosok dalam lubang tersebut, di bagian depannya sudah terpampang kayu yang telah terpasang kantong plastik warna biru, oranye dan putih. “Kayu itu sudah sejak sepekan ini diletakan di dekat lubang tersebut atas inisiatif sopir bus Anugrah yang tidak sanggup lagi melihat banyak sepeda motor yang terperosok ke dalam lubang itu,” ujar warga sekitar, Sil (29).
Sil mengakui, lubang tersebut sudah ada sejak dua bulan lalu. Karena banyak dilewati kendaraan besar semacam truk dan terkena hujan, lubang yang awalnya kecil, semakin membesar. Tiap malam, terangnya, banyak sepeda motor yang masuk ke dalam dan terjatuh. Untung saja, belum ada pengendara yang mengalami kecelakaan serius dan fatal.
“Tidak itu saja, bila hujan, lubang akan tergenang oleh air. Bagi pengendara yang tidak tahu, juga banyak yang masuk ke lubang tersebut,” tuturnya.
Sir yang rumahnya persis di dekat lubang tersebut mengatakan, dirinya selalu diliputi rasa cemas bila ada pengendara yang masuk ke dalam lubang. Untuk itulah, dirinya pernah bersama suami menutup lubang tersebut dengan tanah liat sebanyak tiga kali, agar tidak ada lagi yang terjatuh.
“Tapi, ketika hujan datang, tanah itu habis dan lubang kembali muncul,” sebutnya.
Sir berharap, pemerintah bisa memperhatikan kondisi ini. Jangan sampai menunggu adanya korban yang lebih parah dulu, baru diperbaiki. “Dulu, ada juga yang telah menutup lubang itu dengan aspal, tapi tetap saja kembali berlubang,” sebutnya.
Kondisi berlubang juga ditemukan di timbunan jalan dekat jembatan Kuranji (oprit). Kendaraan yang melewati jembatan ini mesti berhati-hati. Padahal, jembatan Kuranji ini baru beberapa waktu lalu diperbaiki.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Yunafri mengatakan, jalan umum juga merupakan pelayanan publik yang mesti menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, jalan umum harus dalam kondisi bagus, aman dan nyaman bagi pengendara yang melewatinya.
“Pemko Padang harus menutup dan mengaspal lubang tersebut. Jangan karena pengerjaan jalur dua Bypass masih lama, jalan berlubang dibiarkan begitu saja. Artinya, perbaikan jalan berlubang itu kini sudah mendesak, dan tak harus pula menunggu jalur dua rampung terlebih dahulu,” tegasnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan By Pass dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Opukenigara mengatakan, dirinya akan segera menutup jalan yang berlubang di dekat Simpang Empat Ketaping-Unand tersebut.
“Tim kita masih kurang. Kita akan segera mengirim tim ke sana (Simpang Empat Ketaping-Unand) untuk memperbaiki jalan di tempat tersebut. Sebab, tim kita saat ini sedang menutup lubang juga di kawasan Duku,” ujarnya.
Terkait adanya oprit jembatan Kuranji yang masih berlubang, kata Opukenigara, saat perbaikan beberapa waktu lalu, oprit tersebut belum dikerjakan. “Pengerjaan perbaikan jembatan Kuranji beberapa waktu lalu baru 80 persen. Saat ini pengerjaan perbaikan jembatan Kuranji dipending,” sebutnya.
Saat ini, terang Opukenigara, pihaknya sedang proses pengurusan dana untuk kelanjutan perbaikan jembatan Kuranji. Diharapkan, pertengahan November ini bisa dilanjutkan perbaikannya kembali. (yuki)

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto melakukan GroundbreakingInfrastruktur Jalan Padang bypass, sekaligus meresmikan sejumlah infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat, Jumat (29/8). Sebelumnya, Kamis (28/8), Djoko juga meresmikan sejumlah infrastruktur di Provinsi Riau dan Jambi.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Direktur Jenderal Bina Marga PU, Djoko Murjanto, dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Moedjiadi.
Djoko Kirmanto dalam siaran persnya, Senin (1/9) pagi mengatakan, dukungan pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Jambi menunjukkan kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran Kementerian PU di ketiga provinsi yang meningkat dari Rp 2,34 triliun pada 2010 menjadi Rp 4,77 triliun pada 2014, meliputi Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, dan Bidang Cipta Karya,” kata Djoko.
Pembangunan Jalan Padang bypass bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Sumatera Barat sebagai akses menuju koridor ekonomi Sumatera, mendorong pengembangan kawasan pendukung Kota Padang dan sekitarnya, serta akses dari dan ke Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau.
Ruas Jalan Padang bypass saat ini memiliki 2 lajur 2 arah yang dibangun pada 1993. Kondisi tersebut dirasakan sudah tidak lagi memadai pada saat jam puncak lalu lintas. Namun demikian akses jalan ini dapat berfungsi sebagai jalur evakuasi dalam kondisi darurat, seperti tsunami, gempa bumi.
Padang bypass Capacity Expansion Project direncanakan dibangun sepanjang 27 km, yang terdiri dari 22 km Flexible Pavement dan 5 km Rigid Pavement, 4 lajur 2 arah dengan 9 unit jembatan sepanjang 562 meter. Pekerjaan ini terkontrak pada tanggal 29 April 2014, dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari.
“Saya berharap pelaksanaan pembangunan Padang Bypass Capacity Expansion Project akan berjalan dengan baik dan didukung pemerintah daerah, serta masyarakat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar konektivitas dan pemerataan pembangunan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Djoko.
Pelaksanaan pembangunan Padang Bypass dikerjakan oleh kontraktor Kyeryong Construction Industrial Co, Ltd. (Jo)-PT Yala Persada Angkasa dengan pembiayaan paket menggunakan pinjaman luar negeri dari Bank EDCF Korea, dengan nilai kontrak Rp 358,29 miliar.
Beberapa infrastruktur PU strategis di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, dan Riau, antara lain, pertama, pengamanan Pantai Pariaman senilai Rp 40 miliar dan Pengaman Pantai Tiku senilai Rp 41 miliar di Provinsi Sumatera Barat.
Kedua, intake dan jaringan pipa transmisi air baku tanah taban (150 l/det) senilai Rp 11,19 miliar di Provinsi Sumatera Barat.
Ketiga, Jembatan Pasar Usang sepanjang 105 meter, senilai Rp 26,13 miliar dibangun pada TA 2013 di Provinsi Sumatera Barat.
Keempat, Jembatan Rakit Gadang (181,6 meter) senilai Rp 16,28 miliar dan Jembatan Pasir Ringgit (255,5 meter) senilai Rp 36,22 miliar di Provinsi Riau.
Kelima, ruas Jalan Pematang Reba-Siberida-Batas Jambi sepanjang 38 km senilai Rp 209,3 miliar dan ruas Jalan Pekanbaru- Kandis-Duri-Dumai sepanjang 49 km senilai Rp 299,83 miliar di Provinsi Riau.
Keenam, Jalan Lingkar Timur Kota Jambi sepanjang 22,77 km senilai Rp 118,63 miliar di Provinsi Jambi.
Suara Pembaruan
Penulis: Siprianus Edi Hardum/FAB
Sumber:Suara Pembaruan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget