Almudassir Media Centre

Resmikan Jalan Padang "Bypass"

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto melakukan GroundbreakingInfrastruktur Jalan Padang bypass, sekaligus meresmikan sejumlah infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat, Jumat (29/8). Sebelumnya, Kamis (28/8), Djoko juga meresmikan sejumlah infrastruktur di Provinsi Riau dan Jambi.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Direktur Jenderal Bina Marga PU, Djoko Murjanto, dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Moedjiadi.
Djoko Kirmanto dalam siaran persnya, Senin (1/9) pagi mengatakan, dukungan pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Jambi menunjukkan kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran Kementerian PU di ketiga provinsi yang meningkat dari Rp 2,34 triliun pada 2010 menjadi Rp 4,77 triliun pada 2014, meliputi Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, dan Bidang Cipta Karya,” kata Djoko.
Pembangunan Jalan Padang bypass bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Sumatera Barat sebagai akses menuju koridor ekonomi Sumatera, mendorong pengembangan kawasan pendukung Kota Padang dan sekitarnya, serta akses dari dan ke Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau.
Ruas Jalan Padang bypass saat ini memiliki 2 lajur 2 arah yang dibangun pada 1993. Kondisi tersebut dirasakan sudah tidak lagi memadai pada saat jam puncak lalu lintas. Namun demikian akses jalan ini dapat berfungsi sebagai jalur evakuasi dalam kondisi darurat, seperti tsunami, gempa bumi.
Padang bypass Capacity Expansion Project direncanakan dibangun sepanjang 27 km, yang terdiri dari 22 km Flexible Pavement dan 5 km Rigid Pavement, 4 lajur 2 arah dengan 9 unit jembatan sepanjang 562 meter. Pekerjaan ini terkontrak pada tanggal 29 April 2014, dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari.
“Saya berharap pelaksanaan pembangunan Padang Bypass Capacity Expansion Project akan berjalan dengan baik dan didukung pemerintah daerah, serta masyarakat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar konektivitas dan pemerataan pembangunan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Djoko.
Pelaksanaan pembangunan Padang Bypass dikerjakan oleh kontraktor Kyeryong Construction Industrial Co, Ltd. (Jo)-PT Yala Persada Angkasa dengan pembiayaan paket menggunakan pinjaman luar negeri dari Bank EDCF Korea, dengan nilai kontrak Rp 358,29 miliar.
Beberapa infrastruktur PU strategis di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, dan Riau, antara lain, pertama, pengamanan Pantai Pariaman senilai Rp 40 miliar dan Pengaman Pantai Tiku senilai Rp 41 miliar di Provinsi Sumatera Barat.
Kedua, intake dan jaringan pipa transmisi air baku tanah taban (150 l/det) senilai Rp 11,19 miliar di Provinsi Sumatera Barat.
Ketiga, Jembatan Pasar Usang sepanjang 105 meter, senilai Rp 26,13 miliar dibangun pada TA 2013 di Provinsi Sumatera Barat.
Keempat, Jembatan Rakit Gadang (181,6 meter) senilai Rp 16,28 miliar dan Jembatan Pasir Ringgit (255,5 meter) senilai Rp 36,22 miliar di Provinsi Riau.
Kelima, ruas Jalan Pematang Reba-Siberida-Batas Jambi sepanjang 38 km senilai Rp 209,3 miliar dan ruas Jalan Pekanbaru- Kandis-Duri-Dumai sepanjang 49 km senilai Rp 299,83 miliar di Provinsi Riau.
Keenam, Jalan Lingkar Timur Kota Jambi sepanjang 22,77 km senilai Rp 118,63 miliar di Provinsi Jambi.
Suara Pembaruan
Penulis: Siprianus Edi Hardum/FAB
Sumber:Suara Pembaruan

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget