Almudassir Media Centre
Maret 2018

Rahasia Dan Kekuatan Ilmu Hikmah

ILMU HIKMAH | ILMU AMALAN | RAHASIA KEKUATAN DOA | RAHASIA KEKUATAN ZIKIR | METAFISIKA | BERITA ISLAM

Dzikir Nafas - Tata Cara Zikir Nafas

Dzikir Nafas - Tata Cara Zikir Nafas

Pertama. Kita Hendaklah Bersuci Terlebih dahulu .

Ke dua. Carilah Posisi, Untuk Pemula Sebaiknya Dalam Posisi Duduk bersila, Jika Sudah Terbiasa Silahkan duduk dikursi Dengan Syarat Tempat Duduk Harus Bersih.



Ke tiga. Posisi badan tegak, kepala lurus dengann tulang punggung, Sebaik nya bagi Pemula Mata Dipejamkan , mulut tertutup rapat dan lidah sedikit ditekuk diatas ( langit-lagit).

Ke empat. Pusat kan kosentrsi anda Pada jantung. Bayangkan jantung anda , dan lihatlah jantung itu seperti lampu yang menimbulkan cahaya yang terang benderang, dan Masuklah kedalam Cahaya itu.

Ke Lima. Ucapkan kanlah kalimat tauhid Selama melakukan hal tersebut ( La Ilaha Illa Allah ).. Biasanya Semakin anda dalami, dan semakin anda resapi, Tubuh anda akan Merasakan Dan Mengikuti ayunan Zikir tersebut.

Ke Enam. Waktu Menarik nafas ucapkan La Ilaha Illa Allah, Dan pada waktu mengeluarkan nafas ucapkan  La Ilaha Illa Allah. Lakukanlah Dalam Beberapa Waktu, Biasanya Semakin lama anda melakukan Zikir, Maka Semakin Terasa Nikmatnya ZIKIR tersebut.

Ke Tujuh. Setelah Anda melakukan hal yang di atas, lalu Zikirlah dengan Ucapan Allah Sebanyak mungkin, Waktu menarik nafas baca Allah dan waktu mengeluarkan nafas juga Allah.

Ke Lapan. Sebaiknya Jika anda Benar - Benar ingin Merasakan Energi Zikir dan Nikmat nya Zikir Tersebut Lakukan Dengan sepenuh Hati, Dan Pasang lah Niat Sungguh Sungguh Hanya Karena Allah Semata, Insya allah Hikmah Dari Zikir Tersebut akan anda rasakan ..

Ke Sembilan. Jika anda Telah Terbiasa Dengan Zikir Tersebut, anda akan bisa Zikir dimanapun anda berada,  berjalan, bekerja, santai dan bahkan bisa dilakukan sambil tiduran, kareana Bila dzikir nafas tersebut dilakukan secara rutin atau terus menerus, paling tidak sehari satu kali atau setiap selesai sholat fardhu, maka zikir tersebut akan Menjadi kafiat bagi anda atau biasa disebut perbuatan batin.

Ke Sepuluh. Adapun Hikmah Dari melakukan amalan zikir itu, yang sebenarnya tidak bisa kita hitung - hitung, Sebagian kecil hikmah nya sebagai berikut ini " Mengobati orang sakit ,Memiliki Kekuatan tenaga dalam, Firasat Yang tajam, Ketentraman Hati,jiwa dan Raga,Melumpuhkan lawan, Tidak akan mudah kena ilmu sihir, teluh atau tenung , gendam, dan sebagainya. Dan anda tidak akan mudah diganggu Roh Jahat. Bila anda sering melakukan dzikir nafas anda tidak mudah terserang penyakit, Karena Adanaya Proteksi Gaib Dari Allah SWT .. Amieen Ya rabbal alamieen.

Orang yang Selalu Mengamalkan zikir akan Kelihatan bersinar terang,karena Nur Ilahi telah menjadi Pakaian Mereka, Tapi Jangan Sampai Lupa Melakukan Sholat 5 waktu, karena 5 waktu sifat nya Wajib, Sementara amalan yg kita jalani ini hanya bersifat sunat.. jika kita rutin melakukan keduanya maka  allah tidak akan sia - siakan Hamba

** ZIKIR NAFAS **

Sesungguhnya nyawa itu ditajalikan oleh Allah Ta’ala daripada Jauhar Basita dan nyawa itu terbagi dalam 4 peringkat :

 

Nafas,Ampas,Tanapas,Nupus.

 

Barang siapa yang tidak menguasai ZikIr Nafas maka mereka tidaklah dapat menyelami makam SHOLAHUDDAIMyaitu penyaksian secara total (sebenar-benarnya)  akan diri batinnya dalam hidup didunia ini, baik didalam acara beribadah ( sholat 5 waktu ) atau dalam keadaan kesehari-hariannya hidupnya.

 

Dan bagi mereka yang tidak mencapai ke makam Solahuddaim maka selama itulah mereka tidak akan mencapai juga martabat nafsu yang tinggi dalam hidupnya.

 

Sejak nyawa dimasukkan kedalam jasad seorang manusia didalam kandungan ibunya, kemudian lahir ke dunia hingga sampailah dia menghembuskan nafas terakhirnya, maka selama itulah nafasnya tidak sesaatpun berhenti dari berdzikir kepada diri Empunya.Diri ( Tuhan Semesta Alam).

 

Dan sesungguhnya bekerjanya nafas itu adalah diluar dari pada control panca indra manusia.

Berawal hidup nafas karena ampas, hidup ampas itu karena tanapas dan hidup tanapas itu karena Nupus dan hidup nupus itu dengan sendirinya, karena dia adalah Rahasia dan Rahasia itu adalah dari Rahasia Allah s.w.t..


 

 

Al-insanu sirri waana sirru’

Artinya :

Manusia adalah rahasiaku dan diri akulah rahasianya.

 

Adapun nafas itu letaknya dimulut. ampas letakya dihidung. tanapas letaknya ditengah-tengah diantara telinga kanan dan kiri dan nupus letakntya dijantung.


Berawal zikir nafas ketika keluar adalah ..… dan nafas ketika masuk adalah …..

Adapun zikir ampas ketika keluar adalah ..… dan zikir ampas ketika masuk adalah…..

Maka zikir tanapas adalah tetap diam dengan ……  semata-mata.

Berawal nafas yang sampai ke ubun-ubun kepala dinamakan ………….

dan nafas pada mulut dinamakan …………..

Adapun nafas yang sampai kemata dinamakan ………….

dan nafas yang turun  dan naik dari pusat ke kulkum dinamakan ……

dan berawal pekerjaan nafas naik dan turun tersebut dinamakan …..

Berawal nafas yang sampai pusat dinamakan ……

dan nafas yang sampai jantung dinamakan …..

 

Sesungguhnya bahwa NAFAS adalah NYAWA tubuh kita dan dialah sebenar-benar tubuh kita yang tidak mengenal cacat,  cela dan tidak binasa.

Dan sesungguhnya AMPAS itu adalah sebenar –benar HATI NURANI yang menjadi nilai kepada Allah s.w.t.

Dan TANAPAS itu adalah sebenar-benarnya DIRI yang didalam Puad  yang menerima amanah dari Allah s.w.t.

Dan sesungguhnya NUPUS itu adalah sebenar-benar RAHASIA yaitu Zat Allah s.w.t.

Asal nafas itu dari …..

Asal ampas itu dari ….

Asal tanapas itu dari …..

Asal nupus itu dari pada …

.

Jadi bermula zikir rahasia nafas itu adalah A… I… U….

Nafas yaitu ………

Ampas yaitu………

Tanapas yaitu keadaan keluar …………

Nupus yaitu keadaan didalam,  tidak keluar tidak masuk, tidak kanan maupun ke kiri, tidak ke atas dan ke bawah, ke depan dan ke belakang.

 

Oleh karena itu barang siapa telah memahami akan ilmu Nafas didalam dirinya, yaitu mengenai : asalnya, tempatnya, kehendaknya, kalimatnya, maka akan dijamin oleh Allah s.w.t kepada mereka tiada binasa akan dirinya dan tiada pula bercerai nyawa dengan tubuhnya dan inilah sesungguhnya yang merupakan pakaian sejatinya para nabi dan wali- wali Allah yang agung.

 

Masih ingatkah bagaimana kita bernafas saat berada didalam kandungan ibu?

Jawabanya : tidak keluar dan tidak masuk, tidak melalui hidung dan tidak melalui mulut melainkan hidup pujian tetap dengan Allah s.w.t.

 

Tujuan utama kita mengetahui dan mengamalkan zikir nafas ini adalah agar keluarnya darah kotor (sifat-sifat tercela) yang menjadi tempat istana iblisyang terletak pada bagian ujung bawah jantung ini agar bisa di-hancur-kan, jika saja sudah hancur maka terbitlah suatu Nur didalam jantung kita, karena tanpa nur kalbi manusia tidak mungkin dapat mengenal diri dan mengenal Allah s.w.t.

 

Oleh karena itu adalah menjadi tugas kita yang hendak menegenal diri makrifat dengan Allah s.w.t  maka wajib mengetahui sepenuhnya zikir nafas ini.

 

Adapun zikir nafas itu dibagi menjadi 5 bahagian :

 

Zikir keluar —Zikir Masuk —Zikir Masuk Keluar —Zikir Keluar Masuk —Zikir Rahasia Nafas —

 

CARA ZIKIR

……………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………….

Insya Allah saya rasa cukup dulu pembahasan ini, untuk lebih jauhnya silahkan untuk kita bertanya langsung kepada guru kita masing-masing tentang cara-cara berzikir ini, tentunya guru-guru yang makrifat lagi mursyid karena sesungguhnya hanya merekalah yang mempunyai kapasitas dalam hal ini.

 

MAKRIFAT ISIM DZAT TUNGGAL

Assalamu’alaikum wa Rohmatulloh wa barokaatuh.

Yth. Kepada Mbah Arifyanto dan semua Shohib setia di –Majelis CahMet yang tercinta ini semoga selalu diberkahi dan tetap terjaga Iman Islam kita semua, Amiiin.

[Alhamdulillahi Hamdan Katsiron Thoyyiban Mubaarokan Fiihi, Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammad wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Ammaa Ba’du…

Sahabat Majelis CahMet yg Saya hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankan saya tuk menyampaikan Mata Kuliah Ushuuluddin sekilas pengenalan ttg Ismu Dzat dan Mata Kuliah ini Saya khususkan teruntuk Mbah Arifiyanto yang sedang berulang tahun, yakni pada Tanggal 20 April dihari Jumu’ah lalu yang ke-32 tahun, dan anggap saja ini sebagai hadiahnya diterima yo Mbah… hehee..:) [:)] , dan umumnya tuk semua Para Shohib setia di-Majelis Cahmet yg tercinta ini

Sahabat Majelis CahMet yang tercinta…

[Ketahuilah, bahwa jari-jari Tangan Anda (dari kelingking hingga ibu jari pada kedua tangan) tertulis Asma “Alloh (الله)”, maka angkatlah kedua tanganmu sebatas bahumu tinggikanlah Asma’ Alloh itu ketika Anda berdo’a dan janganlah Anda merusaknya dengan memegang (mengambil) sesuatu yg dilarang oleh Alloh SWT dan Rosul-Nya hingga perintah dipotong tangan didalam Kalam yg Maha Sempurna itu akan berlaku bagi siapa saja yg mencuri. Sembilan puluh sembilan Asma’ul Husna berada digaris tangan Telapak Tangan Anda yg mana sebelah Kanan tertulis 18 (Angka Arab) dan Kiri 81 (Angka Arab), maka itu kenalilah Af’al, Asma’, Sifat dan Dzat-nya yg Maha Jalaal (Maha Agung), Jamal (Maha Indah) dan Kamal (Maha Sempurna). Disitulah terdapat 50 ‘Aqoid sbg Syahadat Tauhidnya, maka itu “Barangsiapa yg Makrifat akan Dirinya maka ia akan Makrifat kpd Tuhannya”. Ketahuilah bahwa ditubuh Anda tertulis “Muhammad (محمّد)”, dimana Kepala Anda itu laksana hurup Mim (bulat), Bahu yg Rata spt Ha’ (kecil), disambung dgn Mim diperut dan kemudian Dal di Kaki (lihatlah ketika Anda sedang Tahiyat Akhir pada ke-4 hurup itu yg satu hurup Mim Tasydid tersimpan di Shodr), maka itu kenalilah 9 Sifat bagi Rosul dan ke-4 Rukun Imannya. Disitulah terdapat 13 ‘Aqoid. Sbg Syahadat Rosulnya, maka itu janganlah Anda rusak Diri Anda dgn berbagai hal-hal yg dapat menjauhkan Diri Anda kpd ALooh SWT dan Rosul-Nya krn “Sungguh Alloh telah memuliakan Anak Cucu Adam (Manusia)” shg Binatang Mati ndak usah dimandikan tetapi bila Manusia itu Wafat maka mandikanlah. Laailaaha Illalloh ada 12 Huruf dan Muhammadur Rosuululloh ada 12 Huruf didalam huruf arab nya, maka didalam 24 Jam jagalah Iman Islam Anda dari segala yg bertentangan dengan Dua Kalimah Shakti itu].

[Belum cukup hanya Iman kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad S.A.W saja tetapi butuh pembuktian yg nyata, yakni : Rukun Islam dalam hal ini Sholat, baik secara Ritual maupun Aplikasinya. Ketika Sholat Berdiri dgn menundukan Kepala Anda spt halnya Huruf Alif, Rukuklah seperti Huruf Ha’ (kecil), Sujudlah seperti Huruf Mim dan Duduk Tahiyat Tawaruklah seperti huruf Dal, inilah Lafadz Ahmad (Bahasa Arab) tuk menyelamatkan Akhirat Anda, Insya Alloh. Ketika Berdiri 180 derajat, Rukuk 90 derajat, Sujud 2x 45 derajat shg menjadi 90 derajat, inilah 360 derajat Dunia Anda yg merupakan simbol 360 hari didalam satu Tahun tuk mengaplikasikan Sholat Anda secara Nyata. Mudah-mudahan Anda akan selamat dan beruntung di Dunia maupun di Akhirat nanti], Amiiin.

[Asma’ul Husna memiliki banyak Rahasia dan Keutamaannya dikarenakan setiap Kalimat memiliki arti : Lafadz, Makna maupun Haqiqatnya yg berlapis-lapis. Rosulallah S.A.W bersama Para Sahabatnya juga Para Ulama, disamping mencari Rahasia Kedalaman disetiap Asma Allah Ta’ala sebagai Peningkatan Iman, juga Mereka mengamalkan Asma’ul Husna ini sebagai Tambahan Dzikir dan Pelengkap Do’a-do’a mereka sesuai dengan perintah Allah Ta’ala didalam Kitab-Nya yang jelas (Al Mubiin). Pada Mata Kuliah Ushuuluddin kali ini, Saya sedikit jelaskan tentang Asma Allah Ta’ala (Ismu Dzat) dari sisi Asal dan Perubahan Lafadznya, yakni sebagai berikut :

ALLAH (الله)… ALLAH (الله)… ALLAH (الله)…
***********************************
[Lafadz Alloh adalah Ismu Dzat Wajibul Wujud (Nama Dzat yang wajib adanya), jika nama ini disebut maka nama-nama-Nya yang lain ikut terpanggil, tetapi jika nama yang lain disebut maka nama-nama-Nya yang lain ndak ikut terpanggil. Lafadz ini disebut juga Ismul Karim (Nama yang sangat Mulia) atau Ismul A’zhom (Nama yang sangat Agung) sehingga dari semua Makhluq-Nya diharamkan memiliki nama dengan lafadz ini terkecuali diawali dengan Lafadz “Abdu (Hamba) atau yang serupa dengan Lafadz Abdu” sehingga memiliki arti dan makna yang ndak menyimpang dari Petunjuknya. Didalam sejarah ada beberapa Orang yang berbeda zaman menamai anaknya dengan nama ALLOH, maka dalam hitungan hari anaknya itu meninggal dunia, peristiwa ini jika anda ndak percaya dapat anda coba lakukan sendiri. Ketika Saya menterapi TKW yg saat itu malam hari kesurupan massal di Messnya ada 70 TKW lebih, rupanya setelah ditelusuri ada yg Aborsi di Mess tersebut yg mana Bayinya itu disimpan didalam Kendi kemudian dikuburkan dikebun didalam Mess tsb dan menamai bayinya itu dgn sebutan “ROBBANAA” padahal artinya : “Tuhan Kami” krn Qorinnya selalu menyebut “Ana” shg dinamai “Robbanaa” dan mereka ndak tahu artinya (ucap mereka), hingga Saya ganti nama Bayi itu dan Saya perintahkan agar mereka Para TKW berwudhu, Saya ajarkan Cara Sholat Ghaib, lalu setelah Sholat Gaib berjama’ah kemudian Dzikir berjama’ah sekitar 10 menit beserta Pemantapan Aqidahnya dgn beberapa Nashihat yg saat itu sangat diperlukan. Ketahuilah Lafadz Alloh (Bahasa Arab) berasal dari lafadz ILAHUN (Tuhan) dengan mengalami lima kali perubahan hingga membentuk Lafadz ALLOH, yakni dengan perincian dan penjelasan sebagai berikut :

1) ILAAHUN ( اله ) pakai Tanwin pada Hurup Ha’ ((Besar)
Artinya Tuhan dan Lafadz ini termasuk Isim Nakiroh, yakni : Nama yang memiliki Makna Umum atau banyak versinya, maka itu boleh ditanwin. Dimana yang disebut Tuhan disini yang mana, maka ndak tahu. Lafadz ini disebut juga Isim Jinis, yakni : setiap apapun yang disembah baik yang Haq maupun yang Batil maka itu disebut ILAAHUN, Jika ada yang menyembah Matahari maka Matahari itu disebut ILAAHUN (Tuhan), jika ada yang menyembah Kuburan maka Kuburan itu disebut ILAAHUN (Tuhan), dan lain-lain maka didalam kalimat Thoyyibah menggunakan Lafadz : “Laa ILAAHA Illalloh” yang artinya Tiada Tuhan (yg Umum dan Banyak baik yg Haq maupun yg Bathil) kecuali hanya Alloh (yg khusus dan Tunggal yg Haq Wajib disembah). Cobalah Anda berdzikir menyebut-nyebut ILAAHUN… ILAAHUN… ILAAHUN… sebanyak-banyaknya, maka ndak akan berfaedah Makrifat kpd Alloh SWT].

2) AL-ILAAHU ( الإله ) pakai Alif Lam Ma’rifat diawal
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini termasuk sudah Ma’rifat, yakni : Nama yang memiliki Arti dan Makna Khusus, karena kemasukan Alif Lam Ma’rifat (ال), yakni : sesuatu yang tadinya Umum (Nakiroh) takala dimasukkan Alif Lam Ma’rifat maka memiliki Arti dan Makna yang menunjukan Khusus (Ma’rifat). Setiap ada Alif Lam Ma’rifat dilarang menggunakan Tanwin, karena Tanwin itu menunjukan Isim Nakiroh (bermakna umum). Contoh : QS. Al Baqoroh ayat 2, berbunyi : “ذلك الكتاب” Lafadz “Al Kitaabu” sudah kemasukan Alif Lam Ma’rifat sehingga yang dimaksud “Al Kitaabu” disini bukan kitab-kitab yang lain (yg bersifat umum), tetapi bermakna yang menunjukan Arti Khusus (Ma’rifat), yakni : Satu Kitab itu yang dimaksud yang namanya Al Qur`an, tetapi jika Lafadznya “Dzaalika Kitaabun” maka bermakna banyak versi, yakni : Satu kitab yang mana saja krn Nakiroh, bisa Al Qur`an, bisa juga Taurot, bisa juga Injil dan lain-lain karena tidak memakai Alif Lam Ma’rifat.

3) AL-LAAHU ( اللاه ) pakai Sukun pada Lam Awal dan Lam kedua pakai Alif
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 2 tadi, tetapi pada bentuk Lafadz ini Hamzah yang ke-2 dari Lafadz AL-ILAAHU di Hadzef (dibuang), setelah itu di Naql (dipindahkan) harokatnya kepada LAM, yakni : dengan disukunkan (dimatikan) pada LAM pertamanya (الْ) dan dipanjangkan LAM yang ke-2 dengan memunculkan ALIF (yang awalnya masih tersimpan) dan memberi harokat Fathah yang tidak tegak berdiri (اللاه), karena sebagai tanda panjang huruf Alif boleh disimpan dan harokat Fathahnya ditegakkan (اله), tetapi bila Alifnya dimunculkan maka fathahnya biasa saja, yakni : ndak tegak berdiri (اللاه) inilah yang dinamakan Mad Thobi’i pada Ilmu Tajwid].

4) AL-LAAHU ( اللاه ) pakai Tasydid pada Lam kedua
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 3, tetapi pada bentuk Lafadz ini diberi tasydid pada LAM ke-2 dan Posisi Alif ke-2 masih tetap dimunculkan, krn bila LAM sukun (mati) bertemu dengan LAM yang hidup atau bertemunya dua huruf yang sama (Lam dgn Lam), maka Wajib diidghomkan atau ditasydidkan (satu hurufnya disimpan) yang disebut dengan Idghom Mitslain (Mutamatsilain) Bilaa Gunnah lihat pada ilmu Tajwid].

5) ALLAH (الله ) pakai Tafkhim
Artinya Alloh, yakni Al HAQ yang wajib disembah dan wajib ada-Nya dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 4, tetapi pada bentuk Lafadz ini huruf Alif yang ke-2 tadi disimpan dengan masih tetapnya dibaca panjang, yakni : menggunakan Fathah berdiri tegak sebagai tanda tersimpannya huruf Alif dan ini termasuk Mad Thobi’I, tetapi ketika mengucapkan Lafadz ALLAH jika di Tarqiq (ditipiskan) spt Panggilannya Orang Nasrani, maka akan bermakna Orang yang mengucapkan itu tidak mengagungkan-Nya malah sebaliknya, yakni : sebagai bentuk Panggilan Penghinaan. Didalam mengucapkan Lafadz ALLOH dengan di Tafkhim (ditebalkan) sebagai tujuan Li’azhomahu, yakni : untuk mengagungkan dan memuliakan Alloh Azza wa Jalla itulah fungsi Tafkhim pada lafadz ini. Cobalah Anda berdzikir Tarqiq menyebut-nyebut ALLAH… ALLAH… ALLAH… sebanyak-banyaknya, maka ndak akan berfaedah Makrifat kpd Alloh SWT].

Sahabat Majelis CahMet yang tercinta…

Ketahuilah, Lafadz Allah (Ismu Dzat) ini merupakan Nama yang paling Agung dari nama-nama-Nya yang lain dapat juga disebut kepalanya Asma`ul Husna. Lafadz ini memiliki banyak rahasia pada setiap hurufnya dan temukanlah Natijah setiap hurufnya lalu temukan juga Tsamroh setap cabang hurufnya. Berikut ini sekilas ttg Natijah dan Tsamroh yg terdapat pada 4 huruf Asma Alloh (bahasa arab), sbb :
1. ALLAH ( الله)
Masih sempurna ke-4 hurufnya, artinya : Nama Dzat yang wajib disembah dan wajib ada-Nya, Lafadz ini terdiri dari 4 huruf yang merupaka Isyaroh bahwa Allah Swt itu memiliki Af’al, Asma, Sifat dan Dzat dan didalam ajaran tauhid ada rahasia angka 4 yang harus kita pelajari dan Imani yakni tentang Mentauhidkan Af’alullah (pekerjaan/perbuatan Allah), Mentauhidkan Asma’ullah (99 nama-nama Allah), Mentauhidkan Sifatullah (41 Sifat-sifat Allah) dan Mentauhidkan Dzatullah (Esa Dzatullah) inilah yang disebut dengan Syahadat Tauhid 50 ‘Aqo’idul Islamiyyah. Dimana Rosulallah Saw bersabda : “Barangsiapa yang Ma’rifat kepada dirinya, maka sungguh ia akan Ma’rifat kepada Tuhannya dan barangsiapa yg Makrifat kepada Tuhannya maka sungguh ia telah (menjadi) Bodoh”.

Maka didalam pemahaman Saya bahwa gelar “Al Faqir” (sangat berkekurangan dalam hal duniawi) adalah sebutan bagi orang yg telah Makrifat krn lihatlah didalam kehidupan mereka, mereka bukanlah orang yg faqir tetapi memfaqir-faqirkan diri dgn memperbanyak puasa, sedikit makan, berpakaian sederhana d.l.l., begitupun dgn “Al Haqir” (sangat bodoh ttg ilmu) termasuk juga dgn sebutan “Abdulloh” (hamba yg telah diakui Alloh sbg hamba-NYA yg benar-benar patuh) krn ketiga gelar ini Alloh SWT berikan kpd orang-orang (Abdulloh tadi) yg telah mengenal-NYA baik secara zhahir maupun secara bathinnya, baik secara teoritis maupun secara pembuktian (makna QS. Al Fajr : 29) krn mereka yg Al Faqir, Al Haqir dan Abdulloh memahami betul ttg Maha Kayanya Alloh SWT, Maha Ilmu dan Maha Besarnya Alloh SWT shg gelar itu sangatlah pantas mereka sandang. Adalah Sayyid Imam Abdulloh bin Ahmad Al Muhajir, beliau ndak mau dipanggil Abdulloh krn panggilan Abduloh adalah panggilan yg sangat Mulia sedangkan ia menyatakan dirinya sbg orang yg benar-benar hina shg ia lebih suka dipanggil dgn sebutan Ubaidillah (ditasyghir) yg memiliki arti hamba Alloh yg benar-benar hina. Namun bila golongan kita dianggap Tawadhu dgn memakai AL Faqir, Al Haqir dan Abdulloh padahal didalam pemahaman Tasawuf termasuk orang-orang yg MENYOMBONG DIRI krn ndak sesuai dgn kenyataan yg sebenarnya.

Takala kita lihat jari tangan mengapa panjangnya ndak sama karena membentuk lafadz Allah (الله), maka didalam hukum Islam jika mencuri pergelangan tangannya dahulu dipotong dan bila ingin cepat terkabulnya suatu hajat, maka berdoalah yg mantab dgn mengangkat kedua tangan anda hingga setinggi bahu. Dari sumber lafadz “Alloh” ini, maka berkembanglah rahasia yang lain dan mulailah terungkap tentang makna angka 4, misalnya saja : Af’al, Asma, Sifat dan Dzat, Asyhurul Hurum ada 4, yaitu ; Muharam, Rojab, Dzul Qo’dah dan Dzul Hijjah, Kitab Utama ada 4 yakni Taurot, Zabur, Injil dan Al Qur`an, Rusu’ul Malaikat ada 4, yaitu ; Jibril, Minka`il, Isrofil dan Izro`il, Kholafaur Rosyidin ada 4, yaitu ; Abu Bakar As Siddiq, Umar Al Faruq, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Tholib Rodhiallahu Anhum, Mujtahid Mutlaq ada 4 yakni Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal, Tasbih ada 4, yaitu ; Subhanallah, Alhamdulillah, Lailaahaillaah dan Allahu Akbar, Hari Utama ada 4, yaitu ; Hari Jum’at (Penghulunya hari), Hari Arofah (Hari banyak keistimewaan), Hari Nahr (Hari Penyembelihan Nafsu hewani) dan Hari Fitri (Hari kemenangan fitroh), Wanita Idaman Syurga ada 4, yaitu ; Maryam binti Imron (wanita suci), Khodijah binti Khuwailid (wanita pertama masuk Islam), Asiah binti Muzahim (Istri Fir’aun) dan Fathimah binti Muhammad (Tuan Putri wanita Syurga), Para Pendahulu Negeri yang Awal masuk Syurga ada 4, yaitu ; Rosulallah Saw pendahulu dari bangsa ‘Arab, Salman Al faritsi pendahulu dari bangsa Persia, Suhaib pendahulu dari bangsa Rum dan Bilal bin Rabbah pendahulu dari bangsa Habsyah, Orang yang dirindukan Syurga ada 4, yaitu ; Ali bin Abi Tholib, Salman Al Faritsi, Ammar bin Yasir dan Miqdad bin Al Aswad, Ilmu Syariat ada 4 bahasan utama, yaitu ; Ibadah, Mu’amalah, Munakahat dan Jinayat, Anggota Wudhu ada 4, yaitu ; Muka, Tangan, Kepala dan Kaki, Unsur Pokok Utama dalam badan ada 4 yakni : Empedu, Limpa, Darah dan Lendir, Musim ada 4, yaitu ; Musim Panas, Musim Dingin, Musim Semi dan Musim Gugur, Dasar Hitungan ada 4, yaitu ; satuan, Puluhan, Ratusan dan Ribuan, Tabi’at ada 4, yaitu ; Panas, Dingin, Basah dan Kering, Jangka Waktu ada 4 yakni Hari, Minggu, Bulan dan Tahun, Waktu ada 4, yaitu ; Detiko, Detik, Menit dan Jam dan lain-lain.

2. LILLAAHI ( لله)
Dibuang Alif, artinya : Karena Allah inilah tujuan segala Ibadah apapun seperti halnya puasa ada sebagian orang berpendapat tujuan dari Puasa adalah “La’alakum Tattaqun” untuk bertaqwa, pendapat ini kuranglah tepat karena tujuan segala ibadah apapun hanya satu yakni Li Mardhotillah, Liwajhillah, Lillahi Ta’ala yaitu Karena Allah. Hal inilah yg sealu diajarkan disetiap lafadz niat Ibadah apapun yg selalu diakhiri dengan kalimat “Lillahi Ta’ala” seperti : Nawaitu Showma Ghodin terakhirnya Lillahi Ta’ala, Usholi Fardoz Zhuhri terakhirnya Lillahi Ta’ala, Nawaitu Ghusla terakhirnya Lillahi Ta’ala dan lain-lain. jikalau Taqwa adalah sebagian dari hikmah ibadah dan salah satunya adalah puasa, ini Allah SWT berikan bilaa didalam mengerjakan Ibadahnya tadi dilakukan dengan penuh keIkhlasan dan Syari’atnya benar.

Lafadz ini juga yang memiliki Makna segala apapun tertuju kepada Allah Swt yakni: Semua Makhluq diciftakan oleh Allah, Semua Makhluq menghadap kehadirat Allah, Semua Makhluq bertanggung jawab kepada Allah, Semua Makhluq dalam kekuasaan Allah, Semua Makhluq dalam pengawasan Allah, Semua Makhluq akan kembali kepada Allah, Semua Ibadah ditujukan kepada Allah, Semua Amalan hasilnya diserahkan kepada Allah, Semua kejadian dari Allah dan lain-lain. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Minallaahi, Billaahi, ‘Indallaahi, Ilallaahi, Fillaahi, Inna Lillaahi wa Innaa Ilayhi Rooji’uun.

3. LAHU ( له )
Dibuang Alif dan Lam awal, Artinya : bagi-Nya atau kepunyaan-Nya. Pada lafadz ini memiliki makna “Lilmilki”, yakni : Kepunyaan atau Kepemilikan seperti yang Allah Swt firmankan :
“adalah Kepunyaan Allah apa yang ada di (7 lapis) Langit dan di (7 lapis) Bumi”

Dari ayat ini jelas sekali bahwa semua ini adalah Makhluq-Nya dan setiap Makhluq-Nya adalah milik-Nya dan bagi-Nya bebas tanpa paksaan dari siapapun untuk mengambil dan menghilangkan Makhluq-Nya, untuk mengampuni atau menyiksa Makhluq-Nya, untuk menjadikan atau tidak, memberi atau tidak, karena semua ini adalah Makhluq-Nya.

4. LAA ( لا )
Dibuang Alif, Lam Awal dan Ha’, Artinya : LAA Nafiyyah maksudnya didalam qoidah Tasawuf dikenal dengan kalimat : “Jika aku berkata LAA (Tidak ada Tuhan), maka Tujuannya adalah ILLAA (hanya Allah) begitupun sebaliknya jika aku berkata ILLAA (hanya Allah) maka Tujuannya adalah LAA (Tidak ada Tuhan)”. LAA adalah NAFI sedangkan ILLAA adalah ITSBAT, dan NAFI mengandung ITSBAT sedangkan ITSBAT mengandung NAFI tidak bisa bercerai antara ITSBAT dan NAFI. Lafadz ILAAH adalah MUNFI (yang ditiadakan) sedangkan lafadz ALLAH adalah Mutsbat (yang ditetapkan). LAA ILAAHA (ditenggelamkan) ILLAAH (dimunculkan), LAA ILAAHA (ditiadakan) ILLAAH (ditetapkan) dst.

5. AL ( أل )
Dibuang Lam kedua dan Ha`, Artinya : AL (alif lam) Ma’rifat bukan Nakiroh yang selama ini kita sembah, yakni : Tuhan yang kita sembah bukan yang Nakiroh (Umum dan Banyak) tetapi yang sema’rifat-ma’rifatnya (sekhusus-khususnya), yaitu : ALLAH Azza wa Jalla, jikalau kita berdzikir dengan lafadz Nakiroh, seperti : ILAAHUN, ILAAHUN, ILAAHUN tentunya keyaqinan kita akan bercabang, karena yang dipanggil-panggil dan yang disebut-sebut adalah Tuhan yang Umum dan Banyak. Ketahuilah yang menemukan Alif Lam disini sbg Ma’rifat adalah Imam Sibaweih seorang fakar Ilmu Nahwu, yaitu ; muridnya dari Imam Kholil fakar Ilmu ‘Arudh, takala berdzikir para Ahli Thoriqot dengan lafadz ALLAH, ALLAH, ALLAH terinkisyaf bahwa Imam Sibaweih mendapatkan Rahmat Allah di Alam Barzah yang begitu melimpah ruah sehingga bertanya : Apa sebabnya Anda mendapatkan Rahmat Allah yang begitu melimpah di Alam Barzah ini ?.. Imam Sibaweih menjawab : Ini disebabkan telah aku tuliskan didalam Kitab-kitab karanganku bahwa lafadz ALLAH itu adalah Ma’rifat yakni Isyaroh dari huruf Alif dan Lam diawal kalimat ALLAH (bahasa).

6. HU ( ه )
Dibuang Alif, Lam awal dan Lam kedua, Lafadz ini merupakan asal dari Lafadz HUU atau HUWA yang Artinya Dzat. Ketahuilah arti kata “Dzat” yg sering kita sering dengar itu jaganlah diartinya bahwa Alloh SWT itu bertitik, bernoktah, berunsur, beratom d.l.l. krn itu semua Makhluk Ciftaannya tetapi maksud dari DZAT yg dimaksud adalah hanya sebuah kata yang berhampiran (mendekati) kepada yang benar agar mudah didalam memahami perihal konsep ketuhanan, dan janganlah Dzat disini diartikan yang sesungguhnya karena bisa salah menyangka dan salah memaknainya inilah Qoul yang benar. Ketahuilah, bahwa Lafadz HU atau HUU atau HUWA ini Allah SWT perintahkan agar selalu disebut-sebut atau dipanggil-panggil sebanyak-banyaknya ndak berhingga, Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al Ikhlas ayat 1, yg berbunyi : “Katakanlah (ya Muhammad) HUWA/ HU/ HUU (yakni Dzat yang Maha Sempurna yang dinamai) ALLAH yg Maha Esa (Tunggal)”.

Jika ada yang berdzikir HU HU HU atau HUU HUU HUU atau HUWA HUWA HUWA artinya adalah sama, yakni : Dzat Dzat Dzat, bagi Ulama Tasawuf lafadz ini merupakan amalan Bathiniyyah sehingga takala Nafasnya Naik (Tarik nafas) berdzikir HUU dan ketika Nafasnya Turun (membuang nafas) berdzikir ALLAH artinya Dzat Allah, karena setiap nafas yang Allah karuniakan harus ada laporannya yakni Dzikrullah ini dilakukan ketika nafas Naik Turun atau Keatas Kebawah atau Masuk Keluar atau Kembali dan Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah SWT. Inilah yg disebut dgn Insan Kamil.

Bagi setiap Insan Kamil selalu berdzikir didalam Qolbi Bathinnya lafadz HUU ALLAH, HUU ALLAH, HUU ALLAH atau ALLAH HUU, ALLAH HUU, ALLAH HUU. Ini dilakukan karena diakhirat nanti ada pertanyaan : Untuk apa saja Umurmu dihabiskan ? … Umur (usia) itu adalah saling bersambungnya antara Nafas yang masuk dengan Nafas yang keluar, antara Nafas yang Naik dengan Nafas yang Turun, antara yang Keatas dengan Nafas yang Kebawah, antara Nafas yang Kembali dengan Nafas Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah maka pentingnya Dzikrullah di Qolbi Bathiniyyah agar mudah menjawab pertanyaan ini sebab keseluruhan Nafas ini telah diisi dengan Dzikrullah (mengingat Allah).

7. AH ( أه )
Dibuang Lam awal dan lam kedua, didalam bahasa Arab lafadz ini merupakan singkatan dari lafadz INTAHAA (انتهى) yg Artinya Kesudahan (Akhiran). Maksudnya adalah didalam perjalanan mencari Allah SWT yg Zhohir maupun yg Bathin ada permulaan dan ada kesudahannya (akhirannya), maka jika sudah berdzikir kalimat AH AH AH di Qolbi Robbani (bukan di Qolbi Bathiniyyah) berarti perjalanannya sudah sampai Tujuan, sudah sampai diperbatasan, berlayar sudah sampai dipulau.

8. ALIF ( ا )
Dibuang Lam awal, Lam kedua dan Ha`, ini merupakan Huruf yang Tunggal (Wahdaniyyah) dan Berdiri Sendiri tanpa butuh bantuan siapapun (Qiyamuhu Binafsihi), jika diberi Harokat Fathah, Kasroh dan Dhomah maka akan berbunyi A, I, U bahkan E dan O pun didalam Ilmu Tasawuf dipahami bahwa itu semua adalah Dzikir menyebut nama “Allah”. Ketahuilah bahwa disetiap bunyi apapun di Alam Jagat Raya ini pada haqiqatnya berdzikir ALLAH, ALLAH, ALLAH, maka terbitnya bunyi itu dari 4 Anasir (unsur) yg sering kita dengar, yakni : dari Anasir Api, Anasir Angin, Anasir Tanah dan dari Anasir Air. Ketahuilah setiap bunyi atau suara yang berasal dari 4 Anasir ini pada haqiqatnya berdzikir menyebut nama ALLAH, ALLAH, ALLAH apakah suara Kendaraan bermotor, Bom, Kereta, Pesawat Terbang, Jam Dinding, Detak Jantung anda dan lain-lain baik yang berdentum, berdesir, berderu, berdentang dan lain-lain. Coba heningkan hati dan pikiran anda sejenak lalu dengarkan suara-suara Alam Semesta yg setiap saat menegur kita tuk selalu mengingat Alloh, Alloh, Alloh, secara berkekalan.

Huruf Alif disebut juga huruf yang bisa membunuh dan ndak bisa terbunuh atau disebut juga Huruf yang bisa menghidupkan yang lain tetapi Ia ndak bisa dihidupkan oleh yang lain atau disebut juga Huruf yang Hidup (Al Hayyu) dan Bisa Berdiri Sendiri tanpa bantuan siapapun. Huruf Alif merupakan Asal (dasar) dari semua huruf-huruf hija`iyyah yang 29 huruf. Jika kita lihat huruf Alif seolah-olah kita melihat huruf yang 28 huruf yang tersimpan didalam huruf Alif dan sebaliknya jika kita melihat yang 28 huruf seakan-akan kita hanya melihat satu huruf, yakni : “Huruf Alif”. Menurut Kaidah Tasawuf berbunyi : “Syuhudul Wahdah Fil Kasroti, wa Syuhudul Kasroh Fil Wahdati”, artinya : jika memandang yang satu maka yang kelihatan banyak, jika melihat yang banyak maka tampaklah hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla.
Sebagai contoh :
a. Jika Anda memandang Biji mangga maka sebenarnya yang kelihatan bukan satu tetapi banyak yakni didalam biji mangga itu ada akar, batang, daun, ranting buah dan lain-lain kalu Anda tidak percaya coba Anda tanam biji mangga itu maka akan terbukti didalam mangga ada akar, batanng, daun dan lain-lain, dan sebaliknya jika Anda memandang pohon mangga yang besar maka sebenarnya Anda sedang melihat yang satu yakni biji mangga.
b. Jika Anda Melihat Alam semesta, Alam Jagat Raya maka yang tampak sebenarnya yang Anda pandang itu seakan akan yang Maha Pencifta yakni Allah Azza wa Jalla begitupun sebaliknya
Inilah mengapa didalam huruf Alif itu ada dan tersimpan 28 huruf hija`iyyah. Ketahuilah semua Kitabullah yang 104 tersimpan maknanya pada 4 Kitab dan dari 4 Kitab ini terkumpul maknanya didalam Kitab Al Qur`anul Karim dan makna Al Qur`an yang 6666 Ayat (bila memakai basmalah) terhimpun di QS. Yasin dan makna QS. Yasin yang 83 Ayat terkumpul didalam QS. Al Fatihah dan makna QS. Al Fatihah yang 7 Ayat terhimpun didalam lafadz Bismillaahir Rohmaanir Rohiim, dan makna Basmalah yang 19 huruf itu terdapat pada huruf Ba dan makna huruf Ba itu adalah “Dengan-Ku ada maka apa-apa menjadi ada, dan dengan-Ku jadikan maka apa-apa menjadi terjadi (baca juga mata kuliah ttg Nur Muhammad)”.

Ketahuilah bahwa asal dari Lafadz Bismi (بسم) adalah Bi`ismi (بإسم) ada huruf Hamzahnya tetapi ditulis dan dibaca seakan-akan ndak ada Hamzahnya, ini merupakan Isyaroh bahwa Allah Swt itu ADA (wujud) tetapi seakan-akan NDAK ADA, padahal kita semua ini menyembah kepada Dzat yang Wajibul Wujud (yang wajib adanya) yakni ALLAH Azza wa Jalla. Arti dari Wajibul wujud adalah bila Alloh SWT ndak ada maka yg lain pun ndak ada dan berbeda dgn diri kita contohnya : bila diri kita ndak ada di dunia ini maka yg lain tetap ada, berarti diri kita ini ndak wajib adanya.

Ketahuilah jika Anda ingin menulis huruf Ba maka ini merupakan gabungan beberapa Alif yang ditarik kebawah, kesamping dan keatas. Ketahui pula bilaa huruf Alif ditarik keatas dan kebawah, kesamping dan diputar maka akan tampak huruf hija`iyyah yang semuanya 28 huruf ditambah huruf Alif satu sehingga berjumlah 29 huruf dan dari 29 huruf hija`iyyah ini terbentuklah Kitab Suci Al Qur`an yang 6666 Ayat yang Mulia. Inilah makna kaidah : “Syuhudul Wahdah Fil Kasroti, wa Syuhudul Kasroh Fil Wahdati”.

9. TIDAK BERHURUF ( … )
Dibuang huruf Alif, Lam awal, Lam kedua dan Ha`, Artinya : Laa Showtun wa Laa Harfun yakni tidak ada suara dan tidak ada rupa, inilah yang disebut dgn Kalam Allah SWT yang Qodim (terdahulu), Kalam Allah Swt yang sesungguhnya di Lauhil Mahfuzh. Kalam di Lauhil Mahfuzh ini Allah Swt turunkan kedunia melalui Malaikat Jibril sebagai Tugasnya menyampaikan Wahyu kepada para Rosul kemudian Kalam ini dikenal sebagai Wahyu Ilahi, Kalamullah, Firman Allah dan Kitabullah yang berjumlah 104 Kitab dan yang Allah SWT sempurnakan didalam Kitabullah Al Qur`an. Al Qur`an yang kita kenal dan kita pegang disebut Mushaf karena ada rupa dan tidak ada suara, atau ada juga yang disebut Hatif berupa Kaset yakni ada suara ndak ada rupa, atau ada juga disebut Al Quran Digital yakni ada suara dan ada rupa tulisannya. Oleh karena itu sudah seharusnyalah anda berwudhu dahulu sebelum Anda menyentuh Mushaf Al Qur`an dan ndak perlu berwudhu jika menyentuh Kaset Al Qur`an karena tidak berhuruf inilah Qoul yang benar dalam mengimani Kitabullah (pelajari makrifat huruf hija’iyyah). Allah SWT berfirman : “Janganlah menyentuh-Nya (Al Qur`an) kecuali bagi mereka yang suci (Muslim yang sudah berwudhu)”.

Janganlah mengartikan Al Qur`an pada ayat ini adalah Kalamullah yang Qodim di Lauhil Mahfuzh karena itu penafsiran yang berlebihan. Kitabullah Al Qur`an Allah SWT turunkan sebagai petunjuk bagi Orang yang bertaqwa (Hudaa Lilmuttaqiin), petunjuk bagi Manusia (Hudal Linnaas) dan juga golongan Jin (Li Ya’buduun). Pada ayat diatas adalah jelas untuk Makhluk Alloh khususnya Manusia, yang ndak mungkin dapat ke Lauhil Mahfuzh untuk menyentuh Kalamullah yang Qodim itu, sedangkan Kalamullah yang Qodim itu ndak ada suara dan ndak ada rupa dan juga tempat yang bernama Lauhil Mahfuzh itu sudah termasuk Alam Lahut (ketuhanan) maka jirin Jin dan Manusia akan hancur lebur sebelum memasuki Alam itu (gunakan juga konsep Quantum fisika dan quantum makrifat sbg dasar penafsirannya agar lebih ilmiah). Ketahuilah bahwa Kalam atau Mutakalimun adalah Sifat Allah SWT dan hanya Dzat Allah SWT saja yang LAA MAUJUDA ILLALLAAH, yakni ndak ada yang berwujud kecuali hanya Allah Swt yang wajib adanya.

Sayid Abdul Qodir Al Jailani berkata : “Kalimat ALLAH itu merupakan Ismul A’zhom (Nama yang Agung) dan sesungguhnya Allah Swt kabulkan jika kamu berkata YA ALLAH dan tidak ada di Qolbi kamu selain-Nya, dan kalimat ini disebut Ismul Khowash (nama yang Khusus) dan Ismul ‘Aja`ib (nama yang mengagumkan) jika kamu berkholwat mengucapkan ALLAH, ALLAH, ALLAH, sampai Qolbu anda fana (kosong dari yg Alam), maka anda akan menyaksikan Alam Malakut yang mengagumkan dan segala sesuatu apapun dengan Izin Allah SWT berkata “KUN.. !!. Terjadilah”. Berkata Para Ulama : “Orang yang berdzikir 70.000 kali kalimat ALLAH ditempat yang sepi dari segala suara (kholwat), maka tidaklah ia meminta sesuatu kepada Allah melainkan Allah SWT berikan”. Berkata Para Ulama : “Orang yang berdzikir tiap hari setelah Sholat Subuh kalimat HUWALLAH sebanyak 77 kali maka ia akan melihat keberkahannya dalam urusan Agama dan Dunia dan akan menyaksikan sesuatu pada dirinya yang begitu mengagumkan (istimewa). Berkata Para Ulama : “Orang yang melazimkan mengucapkan kalimat ALLAH sebanyak 500 kali setelah sholat dua roka’at (Sholat Hajat atau Tahajud), maka akan berpengaruh besar akan terkabulnya apa yang ia hajatkan”, dan lain-lain.

Fadhilah dan Khasiat al-Fatihah

A’uudzu billaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillahi robbil ‘alaamin

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa Sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali Sayidina Muhammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma'in.

Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq.

 

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

amma ba'du


FADHILAT DAN KHASIAT AL-FATIHAH

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud:

"Membaca al-Fatihah pahalanya seperti membaca sepertiga Al-Quran"

Juga Nabi Muhammad s.a.w.bersabda:

"Surat Al-Fatihah adalah untuk apa ia dimaksudkan dalam bacaannya." 

dan 

"Fatihah itu pembukaan maksud bagi orang-orang mukmin."

Barangsiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwudhu sebanyak 70 kali setiap hari, selama tujuh hari, lalu ditiupkan pada air yang suci, lalu diminum, maka ia akan memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari fikiran rusak.

Diantara khasiat Fatihah ialah Barang siapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain "ajal". 

Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t. maka olehnya membaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardhu Subuh selama sampai 40 hari (tidak Lebih dan berturut-turut) kemudian memohon kepada Allah s.w.t.; maka Insya Allah ia akan dipenuhi oleh Allah, keperluan hidupnya.

Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara setelah sholat sunat Subuh dan fardhu Subuh dengan Istiqomah, maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia, dan kalau ia fakir maka akan kaya, serta jika ia punya hutang maka mampu membayarnya, dan kalau ia sakit maka akan sembuh, serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardhu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai barokah dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia serta keluarga, anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerusakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh, maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari (hajatnya), serta sebaiknya ia panjatkan doa yang sebagai berikut:

          "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahasianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku..........."

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur, sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:

          "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahasianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahasianya, berikan apa yang kuhajati........"

Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab 'Qaddasallaahusirrahu':

"Siapa yang punya maksud(hajat/kebutuha/keperluan), maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunah-nya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah s.w.t."

Surat Al-Fatihah boleh mengobati segala penyakit dengan dibacakan sebanyak 41 kali setiap hari hingga sembuh.

Ikhtiar mengobati penyakit : Baca Surah Al-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, lalu diminum, Insya Allah menjadi sembuh.

Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada si-sakit, maka dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh.

Ikhtiar menghilangkan sifat pelupa: Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t.

Mengubati sakit disebabkan oleh sengatan kala: Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.

Mengobati sakit gigi dan lain-lain: Untuk dirinya sendiri = letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah dan berdoa sebanyak 7 kali:

           "Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".

Mengobati penyakit gigi orang lain: selesai membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali:

           "Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu".


Wallahu ‘alam bish showab, wal ‘afu minkum,

Wassalamu a’laikum warrahmahtullahi wabarakatuh

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!

Doa Basmalah dan Fatihah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

WIRID  BASMALAH

 

Amalan berikut ini adalah wirid basmalah susunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang disebutkan dalam itab Ash-Shalawat wa al-Awrad :

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allaahumma inii as-aluka bihaqqi bismillaahirrahmaanir-rahiim,

wabihurmati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabifadhli bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabi’azhamati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabijalaali bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabijamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabikamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabihaybati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabimanzilati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabimalakuti bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabijabaruti bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabikibriyaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabitsanaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabibahaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabikaramati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabisulthaani bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabibarakati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabi’izzati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabiquwwati bismillaahirrahmaanir-rahiim

wabiqudrati bismillaahirrahmaanir-rahiim

irfa’ qadrii wasyrah shadrii wa yassir amrii warzuqnii min haytsu laa yahtasib bifadhlika wa karamika, ya man huwa kaaf haa yaa ‘ain shad haa mim ‘ain sin qaaf, wa as-aluka bijalaalil-‘izzati wa jalalil-haybati wa jabaruutil ‘azhamati an taj’alanii min ‘ibaadikash-shaalihiinal-ladziina (laa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun) birahmatika yaa arhamar-raahimin wa an tushalliya ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad.

 

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan haq bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keutamaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keagungan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kebesaran bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keindahan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kesempurnaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kewibawaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kedudukan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keperkasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kebesaran bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan pujian bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan cahaya bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim dan dengan keberkahan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kekuatan, dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, angkatlah kemuliaanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan berikanlah aku rizqi yang tak disangka-sangka datangnya dengan keutamaan-Mu dan kemuliaan-Mu, wahai DZat Yang Dia kaf  ha ya ‘ain shad ha mim ‘ain sin qaf (hanya Allah yang tahu arti sesungguhnya kalimat-kalimat itu) dan aku memohon dengan kebesaran kemuliaan-Mu, dengan kebesaran kewibawaan-Mu, dengan keperkasaan keangungan-Mu, agar Engkau menjadikanku tergolong hamba-hamba-Mu yang shalih (yang tidak ada perasaan bersedih hati), dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih. Dan aku memohon agar Engkau senantiasa melimpahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad.

 

DOA PEMELIHARAAN DIRI

Doa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani berikut ini sangat baik dibaca sesudah membaca dzikir Allah (yakni membaca Allah, Allah, Allah….) setiap selesai shalat fardhu sebanyak 66 kali, untuk mendapatkan pemeliharaan diri dari Allah SWT dari segala yang tidak dikendaki. Doanya adalah sebagai berikut :

Bismillaahirrahmaanir-rahiim

Allaahumma inni as-aluka bisirridz-dzaati wabidzaatis-sirri huwa anta huwa, ihtajabtu binuurillaahi wabinuuri ‘aduwwillaahi, bimi-ati alfi laa hawla walaa quwwata illaa billaah, khatamtu ‘alaa nafsii wa ‘alaa ahlii wa ‘alaa kulli syay-in a’thaaniihi rabbi bikhaatamillaahil manii’il-ladzii khatama bihi aqthaaras-samaawaati, wal ardh. Wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiil, ni’mal mawlaa wa ni’man-nashiir, walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa ‘alihi wa shahbihi ajma’in, wa sallama tasliiman katsiiran wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahasia Dzat-Mu dan Dzat rahasia-Mu, yang Dia itu adalah Engkau dan Engkau adalah Dia. Aku melindungi diriku dengan cahaya Allah, dengan cahaya arasy Allah, dengan semua nama milik Allah, dari musuhku dan musuh Allah, dengan seratus ribu ucapan Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Aku melindungi diriku, keluargaku, dan segala sesuatu yang Tuhanku berikan kepadaku dengan perlindungan Allah yang kokoh, yang dengannya Dia lindungi seluruh penjuru langit dan bumi. Dan cukuplah Allah bagi kami, Dia sebaik-baik yang mengurus, sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong. Dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah, Yang  Maha Tinggi lagi Maha Agung . Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga dan para sahabatnya, dan semoga pula Dia memberikan kesejahteraan yang banyak, dan segala puji adalah milik Allah, Tuhan sekalian alam.

 

DOA SETELAH MEMBACA AMALAN SURAT AL-FATIHAH

Berikut adalah doa yang dibaca setelah setiap selesai shalat fardhu. Surah Al-Fatihah itu dalam sehari-semalam dibaca seratus kali. Perinciannya sebagai berikut : Setelah shalat Subuh membaca Al-Fatihah 30 kali, setelah shalat Zhuhur 25 kali, setelah shalat Ashar 20 kali, setelah maghrib 15 kali, dan setelah shalat Isya 10 kali. Di setiap waktu itu setelah selesai membaca Al- Fatihah membaca doa ini tiga kali.

Barang siapa mengamalkannya secara rutin insya Allah akan mendapatkan manfaat-manfaat yang luar biasa dan tidak disangka-sangka. Inilah doanya :

Bismillaahirrahmaanir-rahiim  

(Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin) munawwiri abshaaril-‘aarifina binuuril-ma’rifati yaqiini, jaadzibi azimmati asraaril-muhaqqiqiina bijadzabaatil-qurbi wat-tamkiin, faatihi aqfaali qulubil-muwahhidiin bifaatihatit-tawhiidi wal-fathil-mubiin, alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu wabada-a khalqal-insaani min thiinin tsumma ja’ala naslahu min sulaalatin min maa’in mahiin.

(Arrahmaanir-rahiim) al-‘aziizil-hakiimil-‘aliyyil-‘azhiimil-awwalil-qadiim, khaathaba muusaal-kalima bikhithaabit-takriimi wa syarrafa nabiyyahul-kariima binnashshisy-syariif, walaqad aataynaaka sab’an minal-matsaanii wal-quraanal ‘azhiim.

(Maaliki yawmid-diin) qaahiril-jabaabirati wal-mutamarridiina wa mubiidith-thughaatil jaahidiina dza likumullaahu rabbukum fatabaarakallaahu ahsanul-khaaliqiin, fayaaman laa syariika lahu walaa mu’in.

(iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin) mu’tarifiina bil-ajzi ‘anil-qiyaami wa hiya ramiim.

(ihdinash-shiraathal-mustaqiim) shiraatha ahlil-ikhlaashi wat-tasliim

(Shiraathal-ladziina an’amta ‘alayhim) shiraathal-ladziina tasallaw bil-hudaa wafarihuu bimaa ladayhim.

(Ghayril maghdhuubi ‘alayhim) habnallaahumma minka mawajibash-shiddiiqiin.  Wa asyhidnaa masyaahidasy-syuhadaa’i walaa taj’alnaa dhalliina walaa mudhilliina walaa tahsyurnaa fii zumratizh-zhaalimiina (Waladh-dhaalliin) (Aamiin)

Allaahumma bihaqqi haadzihil-faatihati, iftah lanaa fathan qariiba, allaahumma bihaqqi haadzihisysyaafiyati isyfinaa min kulli aafatin wa ‘aahatin fiddunyaa wal aakhirah. Allaahumma bihaqqi haadzihil-kaafiyati, ikfinaa maa ahammanaa min amrid-dunyaa wal aakhirati wa ajri ta’alluqaatii wa ta’alluqaati ‘ibaadikal-mu’miniina ‘alaa ajalli ‘awaa’idika wasyfa’lanaa binafsika ‘inda nafsika fid-dunyaa wal-akhirah, idz laa arhama binaa wabihim minka yaa arhamar-raahimiin.

Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliiman katsiiran ilaa yawmid-diin wal hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

 

“ Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam) Yang menyinari pandangan orang-orang arif dengan cahaya ma’rifah dan keyakinan, Yang menarik kendali rahasia-rahasia para muhaqqiq (orang yang tahu detail-detail sesuatu) dengan tarikan-tarikan kedekatan dan kekokohan, pembuka kunci-kunci hati orang-orang yang bertauhid dengan pembuka tauhid dan kemenangan yang nyata, yang membaguskan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan manusia (yakni penciptaan Adam) dari tanah kemudian menjadikan keturunannya dari suatu saripati air yang hina.

(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Maha Awal, Maha Terdahulu. Dia berbicara kepada Nabi Musa, Kalamullah, dengan pembicaraan yang memuliakan. Dan Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia (Nabi Muhammad) dengan nash yang mulia, Wa laqad aataynaaka sab’an minal matsaani wal-qur’anal-‘azhiim (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung).

(Yang menguasai hari kemudian) Yang mengalahkan orang-orang yang zhalim dan mereka yang sewenang-wenang, Yang membinasakan para thaghut yang ingkar. Itulah Allah, Tuhan kalian. Maha Suci Allah, sebaik-baik yang menciptakan. Wahai Dzat Yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada penolong.

(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) Dengan mengakui kelemahan dalam melaksanakan hak-Mu di setiap waktu dan saat. Wahai Dzat Yang Membangkitkan angin yang diam, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang dalam keadaan hancur.

(Tunjukilah kami jalan yang lurus) Jalan orang-orang yang memiliki keikhlasan dan penyerahan diri.

(Yakni jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka) Jalan orang-orang yang terhibur dengan petunjuk dan merasa gembira dengan apa yang ada pada mereka.

(Bukan jalan orang-orang yang dimurkai) Berikanlah kepada kami, Ya Allah, dorongan-dorongan kaum shiddiqin, dan perlihatkanlah kepada kami pemandangan-pemandangan para syuhada, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang sesat dan jangan pula tergolong orang-orang yang menyesatkan, dan janganlah Engkau kumpulkan kami dalam golongan orang-orang yang zhalim.

(Dan bukan pula orang-orang yang sesat) (Aamiin).

Ya Allah, dengan kemuliaan Al-Fatihah (pembuka) ini, bukakanlah bagi kami keterbukaan (kemenangan) yang dekat. Ya Allah, dengan kemuliaan penyembuh ini, sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan gangguan kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, dengan kemuliaan surah yang mencukupi ini, cukupilah kami dalam segala yang penting bagi kami dari urusan dunia dan akhirat. Dan jadikanlah kecintaan kami dan kecintaan hamba-hamba-Mu yang mukmin adalah pada manfaat dari-Mu yang terbesar. Berilah kami pertolongan dengan diri-Mu pada diri-Mu di dunia dan akhirat, karena tidak ada yang lebih penyayang terhadap kami dan terhadap mereka daripada Engkau, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya sebanyak-banyaknya sampai hari akhir kelak, dan segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam.”          

Zikir Taubat Nasuha Dalam Rumi

Berikut adalah zikir taubat nasuha yang mudah dan ringkas untuk dijadikan amalan harian.

Sebutan dalam rumi :

Astagfirullah, rabbal baraya
Astagfirullah, minal khothoya

Rabbi zidni, 'ilman nafi'a
Wawafiqli, 'amalan maqbula
Wa habli, rizqan wasi'aa
Watub 'alaina, taubatan nasooha

Terjemahannya :

Ampuni aku ya Allah, Tuhan kepada Makhluk-makhluk
Ampuni aku ya Allah, daripada segala kesalahan

Ya Tuhanku, tambahkan daku, ilmu yang berguna
Dan taufiqkan, dengan amalan yang diterima (dimakbulkan)
Dan berikan aku, rezeki yang luas
Dan terimalah ke atas kami, taubat yang suci (taubat nasuha)

Karomah Syekh Abdul Qadir Jaelani

Syekh Abdul Qadir Jaelani 

Beliau adalah tuan kita, teladan dari semua wali terbaik, papan arah menuju arah yang benar, beliau adalah poros ketuhanan (Qutub Rabbani), nama lengkap beliau adalah Abu Shalih Sayyidi ‘Abdul Qadir bin Musa bin ‘Abbdullah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa al-Jun bin ‘Abdullah al-Mahdhi bin al-Hasan al-Musatanna bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Beliau yang terkenal dengan nama ‘Abdul Qadir al-Jailani. Beliau lahir pada tahun 470 H, dan wafat pada tahun 561 H. dimakamkan di Baghdad.

Ibu beliau adalah Ummul Khair (dalam bahasa arab berarti ibu kebaikan), ia pernah berkisah: “Ketika aku melahirkan ‘Abdul Qadir al-Jailani, dia tidak mau menyusu ke puntingku selama siang hari bulan Ramadhan. Bulan baru Ramadhan suatu kali tertutup awan sehingga orang-orang datang kepadaku dan bertanya tentang ‘Abdul Qadir al-Jailani, maka aku katakan kepada mereka, bahwa ‘dia tidak menyusu pada puntiingku hari ini.’ Hal itu kemudian menjadi isyarat yang jelas bahwa hari itu adalah awal Ramadhan.”

Kabar tersebut lalu menyebar luas, bahwa seorang bocah (‘Abdul Qadir al-Jailani) lahir dengan membawa berbagai kemuliaan (keajaiban), dan bahwa ia adalah bayi yang tidak mau menyusu di siang hari Ramadhan. Dan dikabarkan pula, bahwa sang Ibunda mengandungnya ketika berusia 16th. Dikatakan bahwa, tidak mungkin ada gadis 16th bisa hamil kecuali dia perempuan Quraisy, dan tidak ada gadis 16th yang bisa punya anak kecuali dia pasti orang Arab.

Ketika ‘Abdul Qadir al-Jailani lahir, sang bayi disambut oleh tangan-tangan keanugerahan yang agung, dan sang bayi diliputi oleh cahaya petunjuk di belakangnya maupun di depannya.

Ketika ‘Abdul Qadir al-Jailani berusia 5th, sang ibu mengirimkannya ke sebuah madrasah lokal di Jilan. Beliau menuntut ilmu di madrasah tersebut hingga berumur 10th. Selama belajar di madrasah tersebut, beberapa peristiwa menakjubkan terjadi. Setiap kali ‘Abdul Qadir al-Jailani akan memasuki madrasah, beliau melihat sosok-sosok bercahaya  yang berjalan di depanya sambil berkata, “Beri jalan untuk Wali Allah!” Dan ketika beliau pernah ditanya kapan beliau mengetahui bahwa dirinya menerima walayah (pangkat kewalian), beliau menjawab, “Ketika aku berusia sepuluh tahun, kulihat para malaikat berjalan mengiringiku dalam perjalanan menuju madrasah, dan mereka selalu berkata, “Beri jalan untuk Wali Allah.” Kejadian itu terus menerus berulang sampai aku paham bahwa aku dianugerahiwalayah.”

Berpisah dengan Sang Bunda

Adalah Syekh Muhammad bin Qa’id al-Awani yang berkata, bahwa al-Jailani muda meminta izin kepada sang Bunda untuk pergi ke Baghdad menimba ilmu, beliau berkata “Bunda, berilah aku kesempatan untuk menuju Allah Swt. Izinkan aku pergi ke Baghdad, di mana aku akan berusaha memperoleh ilmu pengetahuan dan di sana aku akan bertemu dengan orang-orang shalih.” Sang Bunda menangis mendengar beliau akan pergi, kemudian masuk ke dalam kamar dan mengambil uang sebanyak delapan puluh dinar. Uang itu adalah warisan dari ayahanda beliau. Kemudian sang Bunda memasukkan uang tersebut ke dalam saku beliau empat puluh dinar, dan sisanya dimasukkan ke saku baju mantel beliau. Sang Bunda meminta beliau berjanji untuk selalu berlaku jujur dalam keadaan apapun. Ketika sang Bunda mengantar beliau sampai di depan pintu rumah, sang Bunda mengucapkan selamat tinggal dan berkata, “Anakku, pergilah, karena aku telah melepaskan engkau demi mencari Allah. Aku tahu, mungkin aku tidak akan bertemu lagi dengan wajahmu hingga hari kebangkitan kelak.” Maka pergilah beliau menuju Baghdad.

Sejarah hidup beliau terus berlanjut sampai akhirnya beliau menetap di Baghdad, dan waktu itu umur beliau 18th. Pada masa itu, khalifah yang berkuasa di Baghdad adalah al-Mustazhir. Ketika beliau akan memasuki kota Baghdad, beliau dihadang oleh al-Khidir sembari berkata kepadanya, “Aku tidak akan pernah mengizinkan kamu masuk ke kota Baghdad sampai tujuh tahun ke depan.” Beliau akhirnya tinggal di pinggiran sungai tigris selama tujuh tahun dengan hanya memakan dedaunan dari jenis yang boleh dimakan sampai suatu kali leher beliau berubah warna menjadi hijau.

Pada suatu malam beliau mendengar suara yang mengatakan, “Wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani, sekarang masuklah ke Baghdad.” Setelah mendengar suara itu, beliau segera memasuki Baghdad. Malam itu cuaca sangat dingin dan hujan, maka ‘Abdul Qadir al-Jailani mendekati zawiyah (pondokan sufi) Syekh Hammad bin Muslim ad-Dabbas. Akan tetapi, Syekh Hammad berkata kepada muridnya, “Kuncilah pintu zawiyah, tetapi buatlah cahaya lampu tetap menyinari ke arah luar zawiyah.”

‘Abdul Qadir al-Jailani hanya duduk di samping pintu, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kantuk kepadanya hingga beliau tertidur. Saat terbangun, beliau dalam keadaan hadats besar (mimpi basah), maka dengan segera beliau mandi besar. Kemudian Allah ta’ala menurunkan kantuk lagi kepada beliau, dan beliau pun tertidur lagi. Saat bangun, beliau hadats besar lagi, lalu beliau segera mandi besar lagi. Demikian itu terjadi berulang-ulang hingga 17 kali. Akhirnya, ketika fajar menyingsing, pintu zawiyah terbuka dan ‘Abdul Qadir al-Jailani melangkah masuk.

Syekh Hammad ad-Dabbas segera melangkah maju menyambut beliau, lalu memeluk erat beliau, dan memberi beliau rangkulan yang hangat. Airmata menetes di pipi Syekh al-Dabbas sembari ia berkata, “Oh anakku, ‘Abdul Qadir al-Jailani, hari ini adalah tanggungjawab kami di sini (zawiyah ini), jika nanti kamu telah memegangnya, maka bimbinglah si tua yang rambutnya telah memutih ini.”

Para Guru Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani

‘Abdul Qadir al-Jailani memperoleh latihan spiritual di Baghdad dari dua sufi terbesar di zaman itu,  Syekh Sayyid Abu al-Khair Hammad bin Muslim ad-Dabbas dan Syekh Qadhi Abu Sa’id Mubarak al-Makhzumi. Meskipun beliau memperoleh banyak berkah dari kedua guru tersebut, namun beliau belum memberi baiat alias menduduki posisi mursyid.

Kemudian beliau menjadi murid Syekh Qadhi Abu Sa’id Mubarak al-Makhzumi sekaligus bergabung dalam halaqah dan tarekatnya. Syekh Qadhi Abu Sa’id al-Makhzumi menunjukkan rasa cintanya yang sangat besar terhadap murid istimewanya ini, dan memberkahinya dengan mutu-manikam spiritualis dan tasawuf. Suatu kali ‘Abdul Qadir al-Jailani dan para murid yang lain sedang duduk bersama dengan Syekh, kemudian Syekh meminta ‘Abdul Qadir al-Jailani untuk pergi mengambil sesuatu. Setelah ia pergi, Syekh al-Makhzumi  berkata kepada murid-muridnya yang lain, “Suatu hari nanti, kaki pemuda itu akan menginjak tengkuk semuaAuliya’ (para wali Allah).”

Setelah beberapa waktu tinggal di Baghdad, ‘Abdul Qadir al-Jailani mengikuti pendidikan di Jami’ah Nizhamiyah yang tersohor sebagai pusat pendidikan dan ilmu keruhanian di dunia Islam. ‘Abdul Qadir al-Jailani menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Di antara guru-guru beliau yang memberikan ilmu Qira’at, Tafsir, Hadits, Fiqih, Syari’at, dan Tarekat adalah: Abul Wafa’ ‘Ali bin ‘Aqil, Abu Zakaria Yahya bin ‘Ali at-Tabrizi, Abu Sa’id bin ‘Abdul Karim, Abul Ana’im Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad, Abu Sa’id bin Mubarak al-Makhzumi, dan Abul Khair Hammad bin Muslim ad-Dabbas.

Dalam bidang adab salah satu guru beliau yang merupakan seorang ‘Alim besar pada masa itu ialah al-‘Allamah Zakariya at-Tabrizi. Dan dalam bidang Fiqih dan ushul Fiqih guru-guru beliau adalah: Syekh Abul Wafa’ bin ‘Aqil al-Hanbali, Abul Hasan Muhammad bin Qadhi Abul Ula, Syekh Abul Khatab Mahfuzh al-Hanbali, dan Qadhi Abu Sa’id al-Mubarak bin Ali al-Makhzumi al-Hanbali. Dalam bidang Hadits, beliau menerima ilmu dari para ulama sebagai berikut: Sayyid Abul Barakat Thalhah al-Aquli, Abul Ana’im Muhammad bin ‘Ali bin Maimun al-Farsi, Abu ‘Uthman Isma’il bin Muhammad al-Ishbihani, Abu Ghalib Muhammad bin Hasan al-Baqillani, Abu Muhammad Ja’far bin Ahmad bin al-Husaini, Sayyid Muhammad Mukhtar al-Hasyimi, Sayyid abu Manshur ‘Abdur Rahman al-Qaz’az, dan Abul Qasim ‘Ali bin Ahmad Ban’an al-Karghi. Setelah menempuh pendidikan dengan tekun, ‘Abdul Qadir al-Jailani lulus dari Jami’ah Nizhamiyah. Pada masa itu tidak ada satupun ‘Alim di muka bumi yang lebih faqih dan saleh dibandingkan dengan ‘Abdul Qadir al-Jailani.

Belajar kepada al-Khidir

Abu as-Sa’ud al-Huraimi mengisahkan, aku suatu kali mendengar tuan kami Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani berkata: “Aku tinggal di kawasan padang gersang Irak selama 25th, sebagai pengembara terasing. Aku tidak tau apa dan siapa saja makhluk yang mengikutiku, dan mereka juga tidak ingin tau aku. Yang selalu mengunjungiku adalah manusia-manusia dari alam gaib (rijal al-Ghaib), sebangsa jin. Aku biasa mengajari mereka tentang jalan menuju Allah Swt. (tarekat).”

Aku juga dipertemukan dengan al-Khidhir a.s. ketika aku memasuki kota Irak untuk kali pertamanya, meskipun waktu itu aku tidak tau siapa dia sebenarnya, dan dia pernah berkata kepadaku bahwa aku tidak boleh menentangnya. Ketika kami mencapai sebuah kawasan, dia berkata kepadaku, “Duduklah dan tinggallah di sini,” maka aku duduk dan tinggal di tempat itu sebagaimana dia memerintahkanku. Selama kurun waktu tiga tahun penuh, dia akan datang kepadaku setiap tahunnya, dan dia berkata kepadaku, “Tetaplah tinggal di situ sampai aku kembali.” Segala pesona dunia serta daya tariknya selalu datang kepadaku dalam berbagai bentuk dan tipu muslihat. Setan-setan juga mendatangiku dalam berbagai wujud serta mengoda dengan keahliannya. Tidak sedikit dari setan-setan itu yang terlibat perkelahian denganku, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala selalu menguatkanku dalam menghadapi mereka.

Aku tinggal selama waktu yang lama di kawasan-kawasan gersang kota-kota Irak. Aku memaksa jiwa rendahku untuk melakukan tugas-tugas berat melalui metode disiplin spiritual. Kemudian aku menghabiskan waktu selama satu tahun dengan hanya makan dari sisa-sisa sampah tanpa minum air sedikitpun, kemudian selama satu tahun berikutnya sambil minum air. Kemudian selama satu tahun penuh dengan hanya minum air, tetapi tanpa menyantap apapun, dan di tahun berikutnya aku  tidak minum, tidak juga makan, dan tidak tidur sama sekali. Aku juga bermukim selama beberapa tahun di kawasan gersang nan tandus di sebuah daerah pinggiran kuno kota Baghdad, di mana satu-satunya sumber makananku adalah dedaunan lontar. Pada setiap awal tahun, seseorang akan datang kepadaku dengan mengenakan jubah yang terbuat dari wol.

Aku sudah memasuki seribu lebih kondisi wujud yang berbeda-beda, dengan tujuan untuk membebaskan diri dari dunia milik kalian ini, dan keadaan yang menimpaku itu hanya dapat dipandang sebagai bentuk ketololan, kegilaan, dan ketidakwarasan. Aku biasa berjalan tanpa alas kaki, melewati onak duri, kerikil tajam, dan tempat-tempat berbahaya sejenisnya. Tidak pernah sekalipun jiwa rendahku menang atas diriku, tidak juga ada satupun kemilau dunia yang mampu mengodaku”.

Ujian dari al-Khidir

Beliau, al-Khidhir, datang kepadaku untuk memberikan suatu ujian, sebagaimana ia telah menguji para wali-wali Allah yang lain sebelumku. Dia menyingkap kepadaku rahasia dari wujudnya dengan cara menampakkan wawasan menuju materi-materi yang aku dapatkan bersamanya, kemudian aku berkata kepadanya, “Wahai Khidhir, jika benar engkau pernah berkata pada Musa a.s. (kamu tidak akan pernah dapat bersabar bersamaku), maka sekarang aku akan katakan kepadamu, “Wahai Khidhir, bahwa kamu tidak akan pernah bersabar bersamaku, kamu seorang Israili, sementara aku adalah seorang Muhammadi, inilah kita, kamu dan aku, dan ini adalah bola polonya, celanaku masih terikat kuat dan pedangku belum disarungkan.”

Anugerah Jubah Sufi

Beliau juga berkata, “Selama sebelas tahun aku membetahkan diriku tinggal direruntuhan benteng yang saat ini disebut menara Persia. Tempat itu menjadi pemukiman panjangku. Di tempat itu aku membuat perjanjian dengan Allah Swt. bahwa aku tidak akan pernah makan sampai akhirnya ada yang menyediakan makanan buatku, dan aku tidak akan pernah minum sampai ada yang memberiku sarana untuk memuaskan dahagaku. Kemudian aku tinggal di situ selama empat puluh hari tanpa makan dan minum. Pada hari keempat puluh, datang seorang laki-laki membawa sepotong roti dan beberapa makanan, dia meletakannya di depanku dan segera beranjak pergi meninggalkanku sendiri. Nafsuku kemudian cepat-cepat memaksakan keinginan untuk menyambar makanan tersebut, maka aku katakana, “Demi Allah, makanan ini tidak sejalan dengan perjanjian yang aku ikrarkan kepada Allah,” kemudian di dalam batinku aku mendengar suara yang keras dan berteriak, “Lapar!” tapi aku tetap menolak untuk menurutinya.

Kebetulan pada saat itu Syekh Abu Sa’id al-Makarimi melintas di depanku dan mendengar suara teriakan itu, lalu ia mendekatiku dan bertanya kepadaku, “Apa arti teriakan tadi, wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani?” Aku menjawab, “Tadi itu hanyalah bisikan jiwa rendahku, seperti halnya ruh, ia akan reda dengan sendirinya.” Kemudian ia berkata kepadaku, “Datanglah ke gerbang Al-Azaj.” Lalu ia pergi meninggalkanku, dan aku berkata kepada diriku sendiri, “Aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini, kecuali Tuhan sendiri yang memerintahkanku.”

Kemudian al-Khidhir a.s. datang kepadaku dan berkata, “Bangunlah dan pergilah ke Abu Sa’id al-Makarimi.” Maka akupun bergegas pergi, dan di sana aku menjumpainya sedang berdiri di depan rumahnya tengah menanti kedatanganku. “Wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani,” katanya kepadaku, “Apakah belum cukup bagiku ketika aku katakana, “Datanglah kepadaku,” kemudian ia menganugerahkan jubah sufi dengan tangannya sendiri, dan semenjak saat itu, aku dengan tekun membaktikan diriku kepadanya, dan menjadi muridnya yang rajin. Semoga Allah meridhoinya.

Melayang saat Berdakwah

Al-Khatab, pembantu Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani, berkata: suatu hari ketika Syekh sedang memberikan ceramah, beliau tiba-tiba naik beberapa langkah ke angkasa dan beliau berkata, “Wahai Israil, berhentilah dan dengarkan kata-kata Sang Muhammad!” Kemudian beliau kembali ke tempat duduknya semula. Ketika beliau diminta untuk menjelaskan kejadian tersebut, beliau menjawab, “Abu al-Abbas al-Khidhir berada di atas sana. Tadi ia sedang melintasi majelis kita ini, maka aku memintanya berhenti dan berkata kepadanya apa saja yang aku dakwahkan kepada kalian semua.”

Diludahi Nabi Saw. Tujuh Kali, Ali Enam Kali

            Ini diriwayatkan oleh Syekh Abu Muhammad al-Juba’I, bahwasannya beliau Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata, “Aku suatu kali berjumpa dengan Rasulullah Saw. dalam penampakan ruhani sebelum waktu zuhur, dan beliau Saw. berkata kepadaku, “Wahai anakku terkasih, kenapa engkau tidak berbicara (berdakwah) kepada manusia?” Maka aku menjawab, “Wahai bapakku terkasih, aku adalah seorang ‘Ajam (bukan orang Arab), lalu bagaimana aku bisa berkata-kata dengan fasih di tengah-tengah orang Baghdad yang jelas mereka pandai berbahasa Arab.” Kemudian beliau Saw. Berkata, “Sekarang, bukalah mulutmu!” Maka aku membuka mulutku lebar-lebar, dan beliau meludahiku sebanyak tujuh kali. Kemudian beliau Saw. berkata kepadaku, “Kamu harus berdakwah kepada manusia sekarang, ajaklah mereka menuju jalan Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik.” Aku kemudian menunaikan shalat zuhur, dan kemudian aku duduk setelah itu hendak berceramah, namun aku masih kehilangan kata-kataku. Kemudian aku melihat penampakan Sayidina ‘Ali kwh., dan beliau berkata, “Bukalah mulutmu!” Aku lalu membuka mulutku, dan beliau meludahiku sebanyak enam kali, lalu aku bertanya kepada beliau, “Kenapa engkau tidak meludahiku sebanyak tujuh kali seperti halnya Rasulullah Saw. Melakukannya?” Beliau menjawab, “Sebagai adab penghormatanku kepada Rasulullah.” Setelah mengucapkan kata-kata itu, beliau pergi.

Menghilang ke Balik Matahari

            Pengasuh Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani menceritakan, bahwa sewaktu beliau masih kecil seringkali ketika dia menggendong sang Syekh, mendadak beliau sudah tidak ada lagi di tangannya. Dia mengatakan, bahwa kemudian dia melihat Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani terbang ke langit dan bersembunyi di balik cahaya matahari.

Ketika Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani sudah dewasa, sang pengasuhnya mengunjunginya dan bertanya, apakah beliau masih sering melakukan hal yang dulu sewaktu kecil beliau lakukan. Kemudian Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani menjawab, “Itu dulu ketika aku masih kecil, dan pada waktu itu aku masih lemah, maka aku bersembunyi di balik matahari, namun kini daya dan kekuatanku telah sedemikian besar, sehingga bila 1000 matahari dating, pasti mereka semua akan bersembunyi di balik diriku.”

Bertarung Melawan Setan, Iblis, dan Hawa Nafsu

Kisah ini diriwayatkan oleh Syekh ‘Utsman as-Sirafani, baliau berkata, Aku suatu kali mendengar tuan kita, Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani berkata:

“Aku pernah bermukim sendirian di sebuah kawasan gersang. Setiap hari dan setiap malam setan-setan sering datang kepadaku berbaris-baris dalam wujud manusia jadi-jadian yang membawa berbagai macam senjata serta memikul berbagai benda yang berbunyi sangat keras. Mereka terlibat perkelahian denganku dan melempariku dengan bola api. Saat menghadapi keadaan seperti itu, aku mendapati di dalam hatiku suatu rasa tentram yang sulit terucapkan dengan kata-kata, aku mendengar suara dalam hatiku yang berkata, “Berdirilah dan serang mereka wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani, karena Kami selalu siap menambah kekuatanmu, dan Kami akan datang dengan pasukan yang tidak mungkin terkalahkan oleh mereka.” Dan saat aku melemparkan satu serangan kepada para setan itu, mereka sontak berlari tunggang langgang  dan pergi menghilang.

Setelah itu, ada sesosok setan datang dari tengah-tengah para setan yang berlari menjauh dariku. Setan itu menghampiriku dan berkata kepadaku, “Pergilah dari sini atau aku akan melakukan begini dan begitu kepadamu.” Dia memperingatkanku akan akibat apa saja jika aku tidak pergi dari wilayah itu, maka kemudian aku menamparnya dengan tanganku dan diapun melarikan diri dariku, lalu aku berucap, “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” Setan itu diterkam oleh api dan aku melihatnya terbakar hangus.

Pada waktu yang lain, aku didatangi oleh sosok yang penampilanya benar-benar menakutkan, dan bau badannya sangat menjijikkan, baunya sangat bacin dan memuakkan, dia berkata kepadaku, “Aku adalah iblis. Aku datang kepadamu dengan maksud untuk menjadi budakmu, karena kamu telah berhasil menggagalkan segala upayaku dan mengalahkan pengikutku.” Aku berkata kepadanya, “Pergilah! karena aku tidak percaya sama sekali kepadamu.” Tapi pada saat itu sebuah tangan turun dari sisi iblis dan memukul tengkorak kepalanya dengan kekuatan yang sangat besar hingga membuat iblis itu terjungkal keras melesat ke dalam tanah, dan dia pun menghilang entah ke mana.

Iblis itu datang kembali kepadaku untuk kedua kalinya dengan membawa anak panah api di tangannya dan hendak menyerangku, tetapi dengan cepat seseorang yang memakai jubah penutup kepala lari menuju diriku dengan menaiki kuda berwarna kelabu dan dengan tangkas melemparkan pedang kepadaku. Melihat itu, iblis secepat kilat langsung lari terbirit-birit dari hadapanku.

Dan ketika aku bertemu dengannya lagi untuk yang ketiga kalinya, iblis itu sedang duduk dengan jarak yang agak jauh dariku, berlinangan air mata, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh debu, dan ia berkata, “Aku sungguh telah putus asa menghadapi orang sepertimu, wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani.” Aku lalu berkata kepadanya, “Enyahlah kau dari sini, sang terkutuk! karena aku tidak akan pernah berhenti membentengi diriku sendiri (dengan perlindungan Allah) untuk melawanmu. Dan dia berkata, “Apa yang telah kau ucapkan itu lebih menyakitkan bagiku ketimbang jepitan besi neraka.”

Menembus Jarak

Diriwayatkan dari Syekh Umar, beliau berkata: aku suatu kali mendengar tuan kami Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani bercerita:

keadaan ruhani (ahwal) pernah datang kepadaku tanpa terduga sama sekali. Pada awal masa-masa aku melakukan pengembaraan dan berada di padang tandus di wilayah Baghdad, aku berlari melewati jarak kira-kira satu jam perjalanan, dan aku benar-benar tidak sadar bahwa aku sedang berlari, saat aku kembali dalam kesadaranku yang normal, aku mendapati diriku sampai di kawasan Syastar, di mana jarak tersebut dengan Baghdad kira-kira sekitar dua belas hari perjalanan. Ketika sampai di sana, aku berdiri dan melihat-lihat sekeliling, lalu seorang wanita datang kepadaku sambil berkata, “Apakah yang kamu alami itu membuatmu terkejut dan heran, padahal kamu tidak lain adalah ‘Abdul Qadir al-Jailani?!”

Melihat al-Lauh al-Mahfudz

Tertulis dalam riwayat, bahwa Syekh Abul Hafash menyatakan, “Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani biasa melayang di udara dan berkata ‘Matahari tidak pernah terbit tanpa mengucapkan salam kepadaku. Demi kemuliaan dan murka Allah, aku melihat semua manusia yang baik maupun yang jahat, mataku tertuju pada al-Lauh al-Mahfudz. Berkali-kali aku menyelam ke samudera ilmu dan kebijaksanaan yang dianugrahkan oleh Allah, dan akulah kebaikan murni Allah kepada manusia dan utusan khusus kakekku, Rasulullah Saw., dan akulah khalifah beliau di bumi.”

Kuasa atas Raja Jin

Syekh Abu Futub Muhammad bin Abul ‘Ash Yusuf bin Isma’il bin Ahmad ‘Ali Qarsyi at-Tamimi al-Bakari al-Baghdadi meriwayatkan, bahwa suatu ketika Syekh Abu Sa’id ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad al-Baghdadi al-Azja’i datang kepada Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani dan mengatakan bahwa putrinya yang berusia 16th, Fatimah yang sangat cantik, kemarin naik ke tingkat rumah, tapi tiba-tiba dia lenyap dari sana. Ketika Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani mendengar hal ini, beliau menghiburnya dan mengatakan kepadanya agar tidak perlu khawatir.

Sang Wali Agung kemudian memerintahkan dia untuk pergi ke sebuah hutan pada malam hari. Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani menyatakan bahwa di dalam hutan dia akan melihat banyak gundukan pasir. Dia harus duduk di gundukan pasir keenam yang dilewatinya, dan harus membuat sebuah gambar lingkaran di sekeliling dirinya sambil berkata, “Bismillah,” dan kemudian berkata, “Abdul Qadir.”

Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani berkata, “Menjelang sepertiga malam terakhir kau akan melihat pasukan jin berlalu. Mereka tampak sangat mengerikan dan ganas, tetapi engkau tak perlu takut, engkau harus tetap duduk dan menunggu. Tepat pada saat cahaya matahari pertama tampak, raja jin yang paling berkuasa akan lewat, dan dia akan menghampirimu lalu menanyakan permasalahanmu. Jelaskanlah permasalahanmu kepadanya, dan katakan bahwa aku yang mengutusmu. Beritahukan kepada raja jin itu tentang putrimu yang hilang.”

Syekh Muhammad al-Baghdadi berkata, “Aku mengerjakan apa yang Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani perintahkan. Aku duduk di gundukan pasir tersebut dan menunggu. Setelah beberapa waktu, aku melihat pasukan jin dalam rupa-rupa yang mengerikan melintas. Mereka sangat marah kepadaku karena aku duduk di tengah-tengah jalannya, namun mereka tetap berlalu tanpa mengucap sepatah katapun, karena mereka tidak berani memasuki lingkaran tersebut. Pada waktu fajar, sang raja jin melintas, lalu menanyakan permasalahanku. Ketika aku mengatakan bahwa yang mengutusku adalah Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani, maka dia segera turun dari kudanya dan berdiri dengan penuh hormat mendengarkan perkataanku, lalu dia mengutus para jin untuk mencari jin yang telah menculik putriku. Akhirnya, putrikupun kembali, dan jin yang telah menculik putriku itu dihukum oleh sang raja jin.”

Pengakuan 360 Wali

‘Abdullah al-Jubbai suatu kali berkata: “Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani memiliki seorang murid bernama ‘Umar al-Hawali, dia meninggalkan Baghdad dan tinggal di tempat lain selama beberapa tahun. Ketika ia akhirnya kembali ke Baghdad, maka aku berkata kepadanya, “Sekian lama ini kamu berada di mana?” Dia menjawab, “Aku mengembara menyinggahi kota-kota di Suriah, Mesir, Persia, dan aku bertemu dengan tiga ratus enam puluh Syekh, yang kesemuanya adalah para wali Allah. Tidak ada seorangpun dari mereka yang tidak berkata, “Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani adalah Syekh kami, dan merupakan pembimbing teladan kami menuju Allah Swt.”

Syekh Hammad ad-Dabbas konon berkata, “Ketika Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani yang pada waktu itu masih remaja, disebut dalam majelisnya “Aku melihat dua tanda di kepalanya, yang terpasang tegak di antara kebinatangan terendah dan kedaulatan tertinggi. Dan aku telah mendengar tentara kerajaannya memangil-mangilnya dengan suara yang keras lagi jelas pada cakrawala tertinggi. Semoga Allah meridhoinya.”

Syekh Hammad ad-Dabbas kemudian berkata, “Kamu adalah penghulu para ‘Arifin di zamanmu nanti. Panjimu tertancap kuat untuk dibentangkan, baik dari kawasan timur sampai kawasan barat. Pundak orang-orang di zamanmu akan tunduk di bawah kendalimu, dan kamu akan diangkat pada suatu tingkatan spiritual yang mengungguli semua orang yang sebaya denganmu.”

Pernyataan “Kakiku Berada di Tengkuk Para Wali”

Diriwayatkan oleh al-Hafidz Abu al-Izz ‘Abd al-Mugtis bin Harb al-Baghdadi beserta banyak lagi lainya, “Kami menghadiri majelis Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani. Di ruang tamu beliau banyak sekali para Syekh dan wali yang mengikuti majelis beliau waktu itu. Ada sekitar kurang lebihnya empat puluh tujuh para Syekh, dan masih banyak lagi yang berada dalam majelisnya. Ketika Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani berbicara, tampak sekali hati beliau dalam keadaan kesadaran penuh, yakni ketika beliau menyatakan, “Kakiku Berada di Atas Tengkuk Para Wali Allah.” Syekh ‘Ali bin al-Haiti melangkahkan kakinya saat itu juga, lalu naik beberapa langkah ke mimbar Sang Syekh, di mana kemudian dia memegang kaki Sang Syekh dan meletakkannya di atas tengkuknya sembari memposisikan kepalanya di bawah keliman jubah Syekh. Semua yang hadir di situpun membungkuk seperti yang dilakukan oleh Syekh al-Haiti. Dan tidak ada satupun seorang wali Allah di muka bumi ini yang pada saat itu tidak menundukkan tengkuknya sebagai pengakuan tulus terhadap Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani, serta sebagai penghormatan kedudukan ruhani beliau yang khusus. Ada 300 auliya’ Allah dan 700rijaul ghaib yang hadir di majelis itu. Bahkan kumpulan para jin berkumpul pada saat itu. Para jin shalih tersebut keluar dari segala penjuru cakrawala demi menghormati pernyataan beliau tersebut. Mereka mengucapkan selamat kepada Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani dan menunjukkan laku taubat melalui tangan beliau.

Syekh al-Makarimi menyatakan, “Pada hari itu, seluruh Wali Allah tahu, bahwa panji kesultanan wali telah tertancapkan di sisi Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani. Semua wali dari timur hingga barat serentak membungkukkan badan mematuhi pernyataan beliau ini.”

Sayyid Syekh Khalifatul Akbar berkisah, “Aku bermimpi bertemu dengan Rasul Saw. tercinta, dan aku bertanya kepada beliau tentang pernyataan Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani tersebut. Rasul Saw. Menjawab, “‘Abdul Qadir al-Jailani telah mengatakan hal yang sebenarnya, karena dia sang Quthb, dan dia kuberikan tempat di bawah sayapku dan dalam perlindunganku.”

Sumber : http://zonabaca.wordpress.com/syekh-abdul-qadir-jaelani/

Share

 

49 comments:

MUTU5 June 2014 at 09:52

subhanallah.........

Reply

Replies

Sandy Daniharja25 October 2016 at 18:03

Sedikit berbagi pengalaman siapa tau bermanfaat
Sudah berkali-kali saya mencari tempat yang menyediakan pesugihan, mungkin lebihdari 15 kali saya mencari paranormal mulai dari daerah jawa Garut, Sukabumi, cirebon, semarang, hingga pernah sampai ke bali, namun tidak satupun berhasil, suatu hari saya sedang iseng buka-buka internet dan menemukan website ustad.hakim http://pesugihan-islami88.blogspot.co.id sebenarnya saya ragu-ragu jangan sampai sama dengan yang lainnya tidak ada hasil juga, saya coba konsultasikan dan bertanya meminta petunjuk pesugihan apa yang bagus dan cepat untuk saya, nasehatnya pada saya hanya di suruh YAKIN dan melaksanakan apa yang di sampaikan pak.ustad, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Alhamdulilah akhirnya 5M yang saya tunggu-tunggu tidak mengecewakan, yang di janjikan cair keesokan harinya, kini saya sudah melunasi hutang-hutang saya dan saat ini saya sudah memiliki usaha sendiri di jakarta, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi ustad.hakim bawazier di 085210335409 Toh tidak langsung datang ke jawa timur juga bisa, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi ustad.hakim bawazier agar di berikan arahan

IBU SRI MUSDALIFHA27 March 2017 at 18:50

Saya Atas nama IBU SRI MUSDALIFHA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) ((( 5153 ))) saya menang togel (140,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.

KLIK DISINI ( BOCORAN DUKUN TOGEL GAIB HARI INI ) 























Saya Atas nama IBU SRI MUSDALIFHA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) ((( 5153 ))) saya menang togel (140,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.

KLIK DISINI ( BOCORAN DUKUN TOGEL GAIB HARI INI ) 




























Hamba Allah.6 September 2017 at 10:12

jika menulis coment upayakan ada kaitannya dgn artikel yg tertulis di blog. Seperti saat ini,blog menulis berbagai macam karomah sultan aulia yg patut di renungi utk menambah iman dan taqwa kita kepada Allah. Eh...malah komennya tata cara pesugihan. Sampai kapan manusia baru kenyang dari materi yg hanya memperberat hisab di akhirat nanti? Cobalah simak baik2 ttg adab,prilaku dan keilmuan sultan aulia. Beliau tdk cinta dunia dan selalu mengajak manusia ke jalan Allah dgn hidup yg sederhana tanpa byk kilauan duniawi. Sebab perlu di ketahui bhw semakin menumpuk kekayaan seseorang maka semakin sibuklah dia mengurusnya. Waktunya lbh byk berkutat di harta dari pada memperbanyak ibadah2 sunnah seperti baca alquran, zikir, wirid, shalawat dll. Padahal amal2 inilah yg memperberat timbangan kebaikan kita di akhirat nanti. Org yg mementingkan dunia dedengkotnya org bodoh bin goblok. Setengah mati mengumpulkan harta lalu ditinggalkan nanti saat meninggal. Di akhirat nanti hisab atau pemeriksaan harta oleh malaikat sgt berat. Hati2!!!.Saran saya perbanyak shalawat kepada nabi minimal 100 kali perhari.

Reply

Robi Pradana9 June 2014 at 07:48

1. kisaran 400 tahun kalau dihitung denganwafat Nabi Muhamad, sehingga sangat mustahil melihat Nabi Muhammad dan Ali
2. Melihat al-Lauh al-Mahfudz ( sangat mustahil/ dan tidak masuk akal )
3. Matahari tidak pernah terbit tanpa mengucapkan salam kepadaku. ( melebihi Allah SWT ) sangat ironis
Mari kita kembali ke Al Quran dan As Sunnah shahih

Reply

Replies

ahyar19 July 2014 at 23:25

Yg buat blog itu berlebihan..

Syarif Al-Farisi11 January 2016 at 00:58

Ga ada hal yg mustahil bagi allah swt untuk memuliakan para wali2nya

Anonymous8 February 2016 at 08:47

Tidaklah seseorang menjadi sufi di pagi hari, melainkan sebelum dzuhur dia menjadi dungu. (Muhammad bin Idris Asy-Syafii)
Memang seperti itulah akalnya penganut sufi, akalnya hilang.

Hamba Allah.6 September 2017 at 10:20

Buat robi perdana hendaknya hati2 jika mengutarakan sesuatu. Anda hrs tahu bahwa wali Allah itu punya byk keistimewaan yg tdk di miliki oleh org2 islam awam. Mereka punya karomah yg khusus di berikan kepadanya karena sangat dekat kedudukannya/maqamnya di sisi Allah. Jgn mencela seorang wali. Karena jika anda membenci seorang wali anda akan dekat dgn azabNya. Meskipun anda taat ibadah.

Reply

Anonymous19 June 2014 at 03:46

jgn terlalu berlebihan, pujian bisa menjadi fitnah atas diri beliau

Reply

Replies

Unknown1 June 2017 at 16:33

Benar antum wan

Anonymous20 June 2017 at 09:36

Gpp Puji aja

Reply

supendi20 June 2014 at 05:35

Wallahu a'lam bi sowab...

Reply

Anonymous26 June 2014 at 20:28

Subhanallah,Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kami atas keutamaan Sulthannul Aulia Syaikh Abdul Qodir Zailani RA

Reply

Tiyo8330 June 2014 at 22:10

Subhanallah...
Salam damai selalu para pengikut Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani Qs...
Ponpes TQN SURYALAYA - SIRNARASA

Reply

Tiyo8330 June 2014 at 22:30

Nun sewu... Kulo ijin copas nggih, damel pelajaran jeroan kulo pribadi lan tiang-tiang sing butuh mawon, sing boten butuh boten usah di pekso. Matur suwun Desa Talkandang Situbondo.

Reply

ANANDA KHARISMA PUTRA8 July 2014 at 00:37

SUBHANALLAH

Reply

Anonymous11 July 2014 at 22:45

suwon..

Reply

Anonymous31 August 2014 at 01:54

Terlalu berlebihan, Rasulullah saja tdk begitu. Jgn sampai qt jd trlalu mengagungkan beliau dan malah lupa pada Rasulullah. .karna sebaik" suri tauladan ada pada diri Rasulullah Saw.

Reply

Anonymous29 September 2014 at 12:43

Subhanallah

Reply

Anonymous15 October 2014 at 21:20

aku hanya percaya Allah SWT dan Rosulullah SAW. selebihnya hanya yang baik2nya saja yg diikuti. jangan lah terlalu berlebihan men - tuan kan manusia. dan yg menjadi panutan itu Al-quran bukan kitab lainnya !!!!!

Reply

Replies

Anonymous20 June 2017 at 09:37

Ane berpanutan ke Tn Syaikh Kami

Reply

Djumadi Partosemito22 November 2015 at 14:30

Beretorika dg.karomah , seputar paara wali kalo tujuan akhir hanya Allah SWT ya silahkan anda yg.tahu persis.

Reply

m muslih22 January 2016 at 04:19

hemmm.....msh byk keistimewaan beliu yg tdk semua orang tau.
belajarlahhh

Reply

adhi de cojo8 February 2016 at 08:38

Sumber berasal dari cerita dusta si Al Mishri (orang Mesir), bahkan dia berdusta sampai tiga jilid atas nama Syaikh Abdul Qodir Jailani.

Reply

nng ist13 April 2016 at 00:36

Hmmmm.....

Reply

pelangi garang13 April 2016 at 08:30

sunhanallah....
Allah memberikan ridho pd wali qutbh rajanya para waliallah.

Reply

pelangi garang13 April 2016 at 08:31

sunhanallah....
Allah memberikan ridho pd wali qutbh rajanya para waliallah.

Reply

Unknown2 May 2016 at 08:33

SUBHANALLAH..tidak ada yg tdk bisa terjadi di Dunia ini tanpa izin Allah SWT. Semua yg Syailkh Abdul Kadir jailani lakukan adalah Karna Allah Ta'Ala..jelas semuanya di luar nalar bagi pemikir Materi ruang dan waktu..tapi tidak bagi pemikir sufi

Reply

Replies

Al Capone5 January 2018 at 08:10

Pemikiran ajaran sufi tidak terbatas ya? Kebanyakan diluar logika, menurut saya cerita rasulullah saw lebih masuk akal daripada cetita ini

Reply

Anonymous14 May 2016 at 12:14

Yaa Sayidi Sadati Muhyidin Abdul Qadir Al Jailani Ra

Reply

Abdul Qadir19 May 2016 at 03:33

Itu tidak berlebihan. seharusnya dengan ditunjukkan karomah para wali kita semakin yakin bahwa Allah SWT itu Maha Agung .Terima Kasih.

Reply

ahmad rio12 June 2016 at 22:49

Sumbernya kurang strong broh.... gpp buat bacaan seru. Tp klo buat sandaran harap berhati-hati. Suwun.

Reply

Replies

nn3 July 2016 at 01:35

Tai kucing bacaan seru..lu kira komik. Murtad lu!!

Reply

Jag little Phills27 June 2016 at 07:57

Ngaco itu critanya, jgn dipublikasikan lg, istighfaar

Reply

Replies

itil bangsat30 June 2016 at 22:41

Betul tu parah yg ngarang ceritanya

Anonymous20 June 2017 at 09:33

Ngopi Mbah

Reply

itil bangsat30 June 2016 at 22:44

Rasul z tdk mau diagungkan, tlah trjdi pengkultusan dsni. Hargai Beliau jngn mlh merendahkan Beliau dngn cerita” yg dilebih”kan sprti ini

Reply

Replies

Anonymous20 June 2017 at 09:34

Ngaji dulu mbah baru komentar

Reply

abdul hamid4 July 2016 at 19:37

ke-Maha-an Allah yang dianugerahkan kepada kekasih-Nya.
aku suangat percaya sekuali.
اللهم انشر نفحات الرضوان عليه
وامدنا بالاسرار التى اودعتها لديه

Reply

Aldin Sh21 July 2016 at 06:19

tapi lebih hebat lagi Guruku....namun Guruku berkata Allah yg Maha Hebat.

Reply

taufik wirantoko20 September 2016 at 09:11

Aku gak tau kebenarannya seperti apa.karna tidak hidup di zaman itu.yang jelas dalam al Qur An kun fayakUn bila mana Allah menghendaki maka terjadilah.jadi kembali kepada keyakinan anda semua.Allah maha melihat Allah maha tau apa yang kmu yakini itu yakinilah karena dengan keyakinanmu akan berbuah seperti apa yang kamu yakini.percumah kita hafal 1 al Qur An tapi tidak yakin / iman.lebih baik hafal 1 surat tapi yakin.

Reply

Anjar Cakep10 October 2016 at 10:49

Ambil yg baik saja, dan selalu ingat Nabi terakhir adalah Muhammad.

Reply

A. Sumardin17 December 2016 at 19:55

semoga kita semua selamat dunia dan akhirat amin...

Reply

rizal iskandar15 January 2017 at 06:09

subhanaallah,,, begitu indah wali allah

Reply

Replies

Anonymous20 June 2017 at 09:38

Siipp...betul sampean

Reply

Mamas Telo2 March 2017 at 18:16

ijin copas bang

Reply

rizky azizah2 July 2017 at 10:31

Ingat, semua perkataan ada pertanggungjawaban nya, tolong di kaji lagi referensi nya, hanya mengingatkan.

Wallahu a'lam bishowab

Reply

Ariefa9 October 2017 at 01:42

sudah seharusnya kita beragama merujuk kepada Al Qur'an wa Hadits.. karena kisah-kisah karomah diatas sepertinya terlalu berlebihan dan tidak ada sumber sahihnya sama sekali.. Allah 'Azza wa Jalla memang berkuasa dan berkehendak atas hamba-hambaNya yang shalih, hanya saja kisah diatas terlalu berlebihan, karena para Nabi dan Rasul 'alaihi shalawatu wa salam yang kisah karomahnya di wahyukan Allah ke dalam Al Qur'an saja tidak sebanyak kisa diatas.. Subhanallah..

Saudara-saudaraku.. kembalilah pada ISLAM yang murni.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget